SMA NEGERI 3 SUKADANA

Kamis, 06 Agustus 2026

Mentari yang Menunggu

    Mentari baru saja menyapa ketika Pak Arif membuka jendela rumah. "Ayo bangun, Nak. Pagi membawa banyak kesempatan," ujarnya lembut. Bu Rina telah menyiapkan sarapan hangat, sementara Dinda segera merapikan tempat tidurnya. Berbeda dengan adiknya, Raka masih menarik selimut dan enggan membuka mata.

Dinda membantu ibunya menyiram tanaman sebelum berangkat ke sekolah. Udara segar membuatnya bersemangat. Pak Arif mengajak mereka menikmati matahari pagi sambil berbincang tentang rencana hari itu. Suasana rumah terasa hangat dan penuh tawa.

    Tak lama kemudian, Raka terbangun. Ia terburu-buru mengenakan seragam karena waktu hampir habis. Sarapan hanya disentuh sedikit, buku pelajaran tertinggal di meja, dan ia berangkat dengan wajah murung. Sepanjang hari, Raka merasa sulit berkonsentrasi dan kehilangan kesempatan mengikuti latihan membaca yang disukainya.

    Sore harinya, Pak Arif tidak memarahi Raka. Ia hanya tersenyum sambil berkata, "Bangun pagi bukan sekadar soal waktu, tetapi tentang menghargai kesempatan." Raka mengangguk pelan. Keesokan harinya, ia bangun lebih awal bersama keluarganya. Ia sempat membantu menyapu halaman, sarapan dengan tenang, lalu berangkat ke sekolah dengan senyum cerah. Sejak saat itu, Raka menyadari bahwa pagi yang dimulai lebih awal membuat harinya terasa lebih ringan, lebih tertata, dan penuh peluang yang tak ingin ia lewatkan lagi.

(sumber : chatgpt)

0 comments:

Posting Komentar

LOKASI SMA Negeri 3 Sukadana

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA