GURU SMAN 3 SUKADANA

Kepala Sekolah, Guru, beserta Staf di SMA Negeri 3 Sukadana Tahun Pelajaran 2021/2022

GURU SMAN 3 SUKADANA

Kepala Sekolah, Guru, beserta Staf di SMA Negeri 3 Sukadana Tahun Pelajaran 2018/2019

PPK SMAN 3 SUKADANA

Gerakan Mencium Tangan Orang Tua Sebelum Berangkat dan Setelah Pulang Sekolah

HINDARI NARKOBA

NARKOBA, Membunuh Anak Negeri, Memusnahkan Generasi

STRUKTUR ORGANISASI SMAN 3 SUKADANA

Tahun Pelajaran 2017/2018

VISI MISI

Visi dan Misi SMA Negeri 3 Sukadana

GURU SMAN 3 SUKADANA

Kepala Sekolah, Guru, beserta Staf di SMA Negeri 3 Sukadana Tahun Pelajaran 2022/2023

PERINGATAN HUT KE-77 REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2022

Dewan guru SMA Negeri 3 Sukadana pada saat Peringatan HUT RI 2022

PERESMIAN SMAN 3 SUKADANA

Dewan guru bersama Siswa-siswi SMA Negeri 3 Sukadana pada saat Peresmian di Teluk Batang

SMA NEGERI 3 SUKADANA

Jumat, 11 September 2026

STANDAR KOMPETENSI SPMI

Kemendikdasmen TATA KELOLA MELALUI SPMI
Slide 1 dari 7
Kegiatan Bimbingan Teknis

Tata Kelola Melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

Disampaikan pada Kegiatan Bimbingan Teknis Fasilitator Daerah BOS Kinerja Terbaik Provinsi Kalimantan Barat (Gugus 4 di SMKN 1 Simpang Hilir, Senin 14 September 2026) — BPMP Kalimantan Barat

🎯 Kompetensi Sesi

Setelah mengikuti sesi ini peserta diharapkan mampu memahami dan mengimplementasikan siklus SPMI dalam rangka membangun budaya mutu yang berkelanjutan di satuan pendidikan.

📌 Indikator Keberhasilan

  • Terpahaminya SNP sebagai acuan mutu pendidikan di Indonesia.
  • Terpahaminya Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) dalam meningkatkan mutu pendidikan.
  • Terpahaminya Rapor Pendidikan dan keterkaitannya dengan SPMI.
  • Terpahaminya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
  • Tersusunnya Rencana Kegiatan Sekolah melalui Siklus SPMI berdasarkan analisis rapor pendidikan.

🗺️ Skenario Kegiatan

  • Sesi-1: Standar Nasional Pendidikan (SNP)
  • Sesi-2: Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP)
  • Sesi-3: Pemanfaatan Rapor Pendidikan dalam SPMI
  • Sesi-4: Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)
SESI - 01

Standar Nasional Pendidikan (SNP)

⚖️ Latar Belakang & Landasan Hukum

Pemerintah berkewajiban untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu untuk seluruh warga negara Indonesia tanpa diskriminasi.

  • UUD 1945 (Pasal 31 ayat 1): "Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan."
  • UU Sisdiknas (UU No. 20 Tahun 2003):
    • Pasal 5 (1): Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.
    • Pasal 11 (1): Pemerintah dan Pemda wajib memberikan layanan dan kemudahan serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi.
  • Definisi SNP (Pasal 1): Kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. SNP ditetapkan sebagai tolok ukur mutu pendidikan di Indonesia dan acuan utama dalam penjaminan mutu di tingkat satuan pendidikan.

📚 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP)

1. Standar Kompetensi Lulusan
(Permendikdasmen 10/2025)
2. Standar Isi
(Permendikdasmen 12/2025)
3. Standar Proses
(Permendikdasmen 1/2026)
4. Standar Penilaian
(Permendikbudristek 21/2022)
5. Standar PTK
(Pendidik & Tenaga Kependidikan)
6. Standar Pengelolaan
(Permendikdasmen 21/2025)
7. Standar Sarana & Prasarana
(Permendikdasmen 26/2025)
8. Standar Pembiayaan
(Permendikbudristek 22/2023)
SESI - 02

Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP)

💡 Konsep & Tujuan Penjaminan Mutu Pendidikan

Penjaminan Mutu Pendidikan: Mekanisme yang sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa seluruh proses pendidikan sesuai dengan standar mutu dan aturan yang ditetapkan.

Tujuan PMP: (1) Menumbuhkan budaya mutu di satuan pendidikan dan pemerintah daerah; (2) Meningkatkan mutu secara berkelanjutan.

Satuan pendidikan merupakan poros penjaminan mutu yang melaksanakan SPMI, didukung oleh ekosistem Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME).

🏫 Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

  • Dijalankan oleh satuan pendidikan dan pemerintah daerah.
  • Terdiri dari siklus: penetapan standar, pemetaan, perencanaan, pelaksanaan, serta pemantauan dan evaluasi.
  • Mengubah perilaku sekolah dalam melakukan penjaminan mutu secara berkelanjutan.

🏛️ Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME)

  • Dijalankan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) dan pemerintah daerah.
  • Terdiri dari penetapan standar, akreditasi, dan Sistem Penjaminan Mutu (SPM).
  • Didukung Badan/Lembaga Standar Pendidikan dan Mitra Pembangunan.
SESI - 03

Pemanfaatan Rapor Pendidikan dalam Implementasi SPMI

📊 Pemanfaatan Rapor Pendidikan (SE Sesjen Kemdikdasmen No 6 Tahun 2026)

Pemda dan Satuan Pendidikan memanfaatkan Rapor Pendidikan untuk pemetaan mutu dan perencanaan peningkatan mutu berbasis data secara akurat.

📥 Sumber Data Pemetaan Mutu

Data Eksternal:

  • Unduhan Rapor Pendidikan
  • Asesmen Nasional
  • Dashboard capaian SNP

Data Internal:

  • Dapodik & RKAS / ARKAS
  • Rapor Siswa & Hasil Asesmen Formatif/Sumatif
  • Data Kinerja Pendidik (Hasil Supervisi Kepala Sekolah: Perencanaan, Manajemen Kelas, Dukungan Psikologis, Metode Pembelajaran)
  • Umpan Balik Murid & Orang Tua (Angket)
  • Self-Assessment Guru (Instrumen Refleksi Internal)

🔍 Proses Perencanaan Peningkatan Mutu

  1. Pengumpulan Data: Mengumpulkan data mutu dari sumber internal maupun eksternal.
  2. Pengolahan & Analisis Data: Mengidentifikasi indikator prioritas (Kualitas Hasil Belajar & Kualitas Lingkungan Belajar).
  3. Akar Masalah: Menelusuri akar masalah dengan melihat capaian Rapor Pendidikan.
  4. Rekomendasi Solusi: Merumuskan solusi benahi untuk dimasukkan ke dokumen perencanaan (KSP, RKJM, RKT, ARKAS).
SESI - 04

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

📖 Pengertian SPMI

SPMI adalah proses sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, mengendalikan, dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

🎯 Tujuan SPMI

  1. Menjamin terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan.
  2. Meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
  3. Menumbuhkan budaya mutu di sekolah.
  4. Mendorong pengambilan keputusan berbasis data.
  5. Meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan.

🗺️ Tahap Pemetaan Mutu (Tahap 1 SPMI)

Apa? Analisis untuk mengetahui capaian, masalah, dan solusi yang perlu dilakukan oleh satuan pendidikan.

Mengapa? Memastikan sekolah mengetahui capaian mutu, masalah, akar masalah, dan rekomendasi peningkatan mutu.

Siapa & Kapan? Kepala sekolah bersama warga sekolah di awal tahun ajaran (KSP, RKJM, RKT).

SIKLUS PMP

5 Tahapan Siklus SPMI di Satuan Pendidikan

SPMI digunakan untuk memastikan bahwa keseluruhan unsur (organisasi, kebijakan, dan proses) di satuan pendidikan berjalan sesuai standar untuk menjamin terwujudnya Budaya Mutu.

1
Penetapan Standar

Aktivitas: Menyepakati standar yang akan digunakan sebagai acuan bagi satuan pendidikan dalam meningkatkan mutu.
Dokumen Acuan: KSP, RKJM, RKT.

2
Pemetaan Mutu

Aktivitas: Melakukan analisis capaian, masalah, dan solusi yang perlu dilakukan oleh satuan pendidikan.
Dokumen Acuan: KSP, RKJM, RKT, Rapor Pendidikan, Dashboard SNP.

3
Perencanaan Peningkatan Mutu

Aktivitas: Menyusun rencana kerja yang merupakan kombinasi komitmen peningkatan mutu dengan hasil evaluasi diri sekolah.
Dokumen Acuan: KSP, RKJM, RKT, ARKAS.

4
Pelaksanaan Peningkatan Mutu

Aktivitas: Melaksanakan program peningkatan mutu sesuai dengan perencanaan.
Dokumen Acuan: ARKAS, SIPLAH, Laporan Realisasi BOSP.

5
Monitoring, Evaluasi & Pengendalian

Aktivitas: Pemantauan pelaksanaan, evaluasi kegiatan, serta penetapan langkah perbaikan (Rekomendasi Perbaikan) secara berkelanjutan.
Dokumen Acuan: Laporan Pemantauan & Evaluasi.

TATA KELOLA ORGANISASI

Tim Penjaminan Mutu di Satuan Pendidikan

👥 Unsur Pembentukan Tim Penjaminan Mutu Sekolah

Tim Penjaminan Mutu dibentuk oleh satuan pendidikan yang terdiri dari unsur:

  • 1. Kepala Sekolah
  • 2. Perwakilan Guru maupun Tenaga Kependidikan
  • 3. Perwakilan Komite Sekolah

🏫 Pembagian Tugas Satuan Pendidikan

  • Merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, dan mengembangkan sistem penjaminan mutu pendidikan.
  • Menyusun dokumen penjaminan mutu berupa dokumen kebijakan maupun dokumen standar.
  • Membuat perencanaan peningkatan mutu yang dituangkan dalam dokumen perencanaan.
  • Melaksanakan pemenuhan mutu satuan pendidikan.
  • Membentuk tim penjaminan mutu pada satuan pendidikan.
  • Mengelola data mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan.

📋 Pembagian Tugas Tim Penjaminan Mutu

  • Mengkoordinasikan pelaksanaan penjaminan mutu di tingkat satuan pendidikan.
  • Melakukan pembinaan, pembimbingan, pendampingan, dan supervisi terhadap pelaku pendidikan dalam melaksanakan penjaminan mutu.
  • Melaksanakan pemetaan mutu di satuan pendidikan.
  • Melakukan pemantauan dan evaluasi proses pelaksanaan pemenuhan mutu yang telah dilakukan.
  • Memberikan rekomendasi strategi pemenuhan mutu berdasarkan hasil pemetaan mutu.

Senin, 07 September 2026

Sistem Koloid

KELAS XII • FASE F • KIMIA

COllOID QUEST

Misi Menjelajahi Sistem Koloid

Masuki dunia partikel yang berada di antara larutan dan suspensi. Buka setiap level, pecahkan tantangan, analisis fenomena kehidupan sehari-hari, dan jadilah Colloid Master.

SISTEM
KOLOID
00

Masuk ke Laboratorium

Sebelum memulai perjalanan belajar, silakan isi identitasmu.

Selamat datang,
Perjalanan Belajar
XP: 0
01
Kenali
02
Pahami
03
Eksplorasi
04
Uji Pemahaman
05
Refleksi
01

Apa yang Akan Kita Pelajari?

Klik setiap kartu untuk melihat misi yang harus kamu kuasai.

01

Membedakan

Membedakan larutan, koloid, dan suspensi.

Buka misi →
02

Menganalisis

Menghubungkan gejala dengan sifat-sifat sistem koloid.

Buka misi →
03

Menjelaskan

Menjelaskan cara membuat koloid.

Buka misi →
04

Mengevaluasi

Mengevaluasi peranan koloid dalam kehidupan.

Buka misi →
02

Mari Kenali Konsepnya

Sistem dispersi dapat dibedakan berdasarkan ukuran partikel dan sifat campurannya.

LARUTAN Partikel sangat kecil < 1 nm Homogen dan tidak menghamburkan cahaya.
KOLOID Partikel menengah sekitar 1–100 nm Tampak homogen secara makroskopis, tetapi heterogen secara mikroskopis.
SUSPENSI Partikel besar > 100 nm Heterogen dan dapat mengalami pengendapan.
Hubungan sebab–akibat:
Ukuran partikel meningkat → interaksi partikel dengan cahaya meningkat → koloid dapat menunjukkan efek Tyndall → ketika partikel semakin besar, kestabilan menurun dan pengendapan semakin mudah terjadi.
03

Jelajahi Lebih Dalam

Ada empat level materi. Pelajari seluruh level untuk membuka tantangan Quiz.

LEVEL 1
K

Dunia Sistem Koloid

Kenali fase terdispersi, medium pendispersi, serta jenis-jenis koloid.

✓ Level diselesaikan
LEVEL 2
S

Sifat-Sifat Koloid

Tyndall, Brown, adsorpsi, elektroforesis, koagulasi dan dialisis.

✓ Level diselesaikan
LEVEL 3
P

Pembuatan Koloid

Pelajari metode dispersi dan kondensasi beserta contohnya.

✓ Level diselesaikan
LEVEL 4
!

Koloid di Sekitar Kita

Temukan contoh, fakta menarik, manfaat dan kesalahan konsep.

✓ Level diselesaikan
04

Coba Aku Uji!

Hadapi 20 tantangan: 10 mudah, 5 sedang, dan 5 HOTS.

Quiz masih terkunci.
Pelajari keempat level materi terlebih dahulu.
Pertanyaan 1 / 20 Skor: 0 / 100

MISI QUIZ SELESAI
0

05

Aktivitas Siswa

Gunakan konsep yang telah dipelajari untuk menganalisis fenomena di sekitar.

Misi 1 • Observasi Amati susu, air gula, dan air bercampur tanah atau contoh sejenis yang disediakan guru.
Misi 2 • Analisis Bandingkan kejernihan, kemampuan menghamburkan cahaya, kestabilan, dan kemungkinan terjadinya pengendapan.
Misi 3 • Diskusi Tentukan mana yang termasuk larutan, koloid, dan suspensi serta berikan alasannya.
Misi 4 • Kesimpulan Hubungkan hasil pengamatan dengan ukuran partikel dan sifat sistem dispersi.
06

Kesimpulan

1
Koloid adalah sistem dispersi.
Terdiri atas fase terdispersi dan medium pendispersi.
2
Ukuran partikel menentukan sifat campuran.
Koloid berada di antara larutan dan suspensi.
3
Koloid mempunyai sifat khas.
Efek Tyndall, gerak Brown, adsorpsi, elektroforesis, koagulasi dan dialisis.
4
Koloid dapat dibuat melalui dua prinsip utama.
Dispersi memperkecil partikel, sedangkan kondensasi memperbesar partikel dari tingkat molekul atau ion.
5
Koloid sangat dekat dengan kehidupan.
Makanan, kosmetik, obat, cat, pengolahan air dan pengendalian polusi memanfaatkan konsep koloid.
07

Refleksi Siswa

Tidak ada jawaban benar atau salah. Tuliskan refleksi belajar secara jujur.

Kamis, 03 September 2026

LMS Ikatan Kimia

LMS PEMBELAJARAN KIMIA

Halo, Siswa! 👋

Mari jelajahi dunia atom, elektron, dan ikatan kimia bersama-sama.

KELAS XI • FASE F
📚
Materi Ikatan Kimia dan Ikatan Kovalen
📝
Quiz 5 soal uji pemahaman
🎯
Tujuan Memahami konsep dan penerapan ikatan kimia
KELAS XI • FASE F

⚛️ Ikatan Kimia & Ikatan Kovalen

LMS Interaktif Kimia untuk memahami pembentukan, jenis, sifat, dan penerapan ikatan kimia.

01 Kenali 0%

👋 Selamat Datang!

Sebelum memulai pembelajaran, silakan isi identitas berikut.

🎯 Tujuan Pembelajaran

1
Memahami pembentukan ikatan

Menjelaskan pembentukan ikatan ion, kovalen, dan kovalen koordinasi.

2
Membedakan jenis ikatan

Menjelaskan perbedaan ikatan ion dan ikatan kovalen.

3
Memahami sifat senyawa

Mengidentifikasi karakteristik senyawa ion dan kovalen.

4
Menerapkan konsep

Menggunakan konsep ikatan kimia dalam soal dan kehidupan sehari-hari.

⚛️ Eksplorasi Ikatan Kimia

Ikuti alur pembelajaran berikut untuk memahami bagaimana atom berinteraksi melalui elektron hingga terbentuk ikatan kimia.

🔎 Alur Pembentukan Ikatan

⚛️
Atom
Elektron Valensi
🔄
Interaksi
🔗
Ikatan
🧪
Senyawa

🧠 Kenali Jenis Ikatan

Ikatan Ion

Terjadi melalui perpindahan elektron dari satu atom ke atom lainnya.

Inti konsep:

Atom yang kehilangan elektron membentuk ion positif (kation), sedangkan atom yang menerima elektron membentuk ion negatif (anion).

Kation dan anion kemudian mengalami gaya tarik elektrostatik.

Na → Na⁺ + e⁻
Cl + e⁻ → Cl⁻
Na⁺ + Cl⁻ → NaCl
🔗

Ikatan Kovalen

Terjadi ketika dua atom menggunakan pasangan elektron secara bersama.

Inti konsep:

Ikatan kovalen umumnya terjadi antaratom nonlogam melalui pemakaian bersama pasangan elektron.

H
+
H
Pemakaian bersama elektron
H—H
🎯

Kovalen Koordinasi

Pasangan elektron yang digunakan bersama berasal dari satu atom donor.

Inti konsep:

Pada ikatan kovalen koordinasi, kedua elektron dalam pasangan ikatan berasal dari satu atom.

Contoh konsep dapat ditemukan dalam pembentukan ion NH₄⁺.

NH₃ + H⁺ → NH₄⁺
⚖️

Ion vs Kovalen

Bandingkan mekanisme pembentukan kedua jenis ikatan tersebut.

Aspek Ion Kovalen
Elektron Transfer Pemakaian bersama
Umumnya Logam + nonlogam Nonlogam + nonlogam
Partikel Ion Molekul

💭 Coba Pikirkan

Jika atom ingin mencapai keadaan yang lebih stabil, apakah semua atom harus selalu memindahkan elektron?

Atau ada cara lain, yaitu menggunakan elektron secara bersama?

💡 Petunjuk:

Hubungkan pertanyaan tersebut dengan konsep ikatan ion dan ikatan kovalen.

📝 Uji Pemahaman

Soal terjawab: 0 dari 5

Jawablah lima pertanyaan berikut. Setelah memilih jawaban, sistem akan memberikan umpan balik otomatis.

1. Ikatan kovalen terbentuk karena...

2. Molekul H₂ memiliki ikatan...

3. Senyawa yang terbentuk dari pemakaian bersama elektron adalah...

4. Ikatan kovalen koordinasi terjadi ketika...

5. Pernyataan yang paling tepat tentang ikatan kovalen adalah...

🧩 Aktivitas Siswa

Diskusikan dengan temanmu atau lakukan pengamatan terhadap beberapa senyawa yang kamu jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan Aktivitas

Tuliskan contoh senyawa yang menurutmu memiliki ikatan ion atau kovalen dan jelaskan alasannya.

✍️ Refleksi Pembelajaran

LOKASI SMA Negeri 3 Sukadana

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA