GURU SMAN 3 SUKADANA
Kepala Sekolah, Guru, beserta Staf di SMA Negeri 3 Sukadana Tahun Pelajaran 2021/2022
GURU SMAN 3 SUKADANA
Kepala Sekolah, Guru, beserta Staf di SMA Negeri 3 Sukadana Tahun Pelajaran 2018/2019
PPK SMAN 3 SUKADANA
Gerakan Mencium Tangan Orang Tua Sebelum Berangkat dan Setelah Pulang Sekolah
HINDARI NARKOBA
NARKOBA, Membunuh Anak Negeri, Memusnahkan Generasi
STRUKTUR ORGANISASI SMAN 3 SUKADANA
Tahun Pelajaran 2017/2018
VISI MISI
Visi dan Misi SMA Negeri 3 Sukadana
GURU SMAN 3 SUKADANA
Kepala Sekolah, Guru, beserta Staf di SMA Negeri 3 Sukadana Tahun Pelajaran 2022/2023
PERINGATAN HUT KE-77 REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2022
Dewan guru SMA Negeri 3 Sukadana pada saat Peringatan HUT RI 2022
PERESMIAN SMAN 3 SUKADANA
Dewan guru bersama Siswa-siswi SMA Negeri 3 Sukadana pada saat Peresmian di Teluk Batang
Senin, 15 April 2024
PENGUMUMAN KELULUSAN TAHUN 2023/2024
Sabtu, 30 Maret 2024
SERTIFIKAT WEBINAR 4
KLIK DISINI
Perlu diingat bahwa, apa yang tertulis di sertifikat murni data yang ditulis di form, jika ada kesalahan penulisan bukan menjadi tanggung jawab panitia, Perlu diingat juga bahwa sertifikat di ttd secara elektronik jadi segala bentuk pemalsuan bisa dikenakan UU ITE. terimakasih.
Tertanda
Pengurus Komunitas Belajar
Materi bisa di download DISINI
Senin, 04 Maret 2024
Sabtu, 24 Februari 2024
SERTIFIKAT WEBINAR 3
KLIK DISINI
Perlu diingat bahwa, apa yang tertulis di sertifikat murni data yang ditulis di form, jika ada kesalahan penulisan bukan menjadi tanggung jawab panitia, Perlu diingat juga bahwa sertifikat di ttd secara elektronik jadi segala bentuk pemalsuan bisa dikenakan UU ITE. terimakasih.
Tertanda
Pengurus Komunitas Belajar
Minggu, 28 Januari 2024
SERTIFIKAT WEBINAR 2
KLIK DISINI
Perlu diingat bahwa, apa yang tertulis di sertifikat murni data yang ditulis di form, jika ada kesalahan penulisan bukan menjadi tanggung jawab panitia, terimakasih
Tertanda
Pengurus Komunitas Belajar
Senin, 28 Agustus 2023
Pelaksanaan ANBK di SMA Negeri 3 Sukadana Tahun 2023: Meningkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi Siswa Sebagai Bekal Menghadapi Tantangan Global
Sukadana - Tahun 2023 menjadi
tonggak bersejarah bagi SMA Negeri 3 Sukadana dalam menjalankan pelaksanaan
Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Dengan kehadiran 41 peserta,
kegiatan yang berlangsung lancar dan tertib ini tidak hanya menjadi evaluasi
akademik semata, tetapi juga mengusung harapan besar sebagai indikator peningkatan
kemampuan literasi dan numerasi siswa. Sukses pelaksanaan ANBK tahun ini
menunjukkan komitmen sekolah dalam merangkul teknologi demi pendidikan yang
lebih baik.
Kepala Sekolah SMA Negeri 3
Sukadana, Almustahar, dalam sebuah wawancara, mengungkapkan "Kami
bersyukur bahwa pelaksanaan ANBK hari pertama berjalan dengan lancar dan tanpa
hambatan berarti. Ini adalah buah dari kerjasama yang erat antara seluruh guru,
siswa, dan tim penyelenggara. " ujar Almustahar dengan penuh semangat.
Tahun ini, ANBK di SMA Negeri 3
Sukadana diikuti oleh 41 peserta dari kelas XI. Peserta menjalani tes literasi
dan numerasi seperti tahun-tahun sebelumnya untuk melihat perkembangan
kemampuan literasi dan numerasi siswa.
Dalam perbincangan lebih lanjut,
Almustahar menjelaskan tujuan mendalam di balik ANBK. "Kami tidak hanya
melihat ANBK sebagai bentuk evaluasi belaka, tetapi juga sebagai peta jalur
yang akan membantu kami memahami sejauh mana pencapaian literasi dan numerasi
siswa. Dengan memanfaatkan teknologi, kami bisa mendapatkan data yang lebih
mendalam dan akurat tentang kekuatan dan kelemahan masing-masing siswa. Hal ini
memungkinkan kami untuk menyusun program pembelajaran yang lebih tepat sasaran,
memberikan bantuan tambahan bagi yang membutuhkan, dan merancang tantangan yang
sesuai bagi yang sudah unggul."
Harapan besar terletak di pundak
ANBK sebagai pengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa. Almustahar percaya
bahwa dengan adanya data yang lebih kaya dan terperinci, sekolah dapat
mewujudkan perubahan nyata dalam pendidikan. "Pendidikan adalah investasi
jangka panjang. Kami ingin melihat setiap siswa tumbuh dan berkembang secara
holistik, tidak hanya dalam mata pelajaran tertentu, tetapi juga dalam
kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pemahaman bacaan yang
mendalam. ANBK adalah alat untuk mencapai visi ini."
ANBK juga memainkan peran penting
dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMA Negeri 3 Sukadana. Dengan data
yang dihasilkan dari tes komputerisasi, guru dapat memahami tren kelas secara
keseluruhan, mengidentifikasi topik yang mungkin sulit bagi sebagian besar
siswa, dan mengukur efektivitas metode pengajaran yang digunakan.
"Pengembangan profesional guru adalah hal yang tak terpisahkan dari
pengembangan siswa. Melalui ANBK, kami dapat memberikan dukungan lebih lanjut
kepada guru dalam mengelola kelas dan merancang pengalaman pembelajaran yang
lebih menarik," jelas Almustahar.
Di akhir percakapan, Almustahar
mengungkapkan optimisme mengenai masa depan. "Kami melihat ANBK sebagai
batu loncatan menuju masa depan yang lebih cerah. Dengan memanfaatkan teknologi,
kami membangun pondasi yang kokoh untuk pendidikan yang lebih inklusif dan
bermakna. ANBK bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang membentuk para
pemimpin masa depan yang siap menghadapi segala tantangan global. Selain itu,
hasil ANBK ini akan ditampilkan dalam bentuk rapor Pendidikan SMAN 3 Sukadana
yang akan ditindaklanjuti dengan Perencanaan Berbasis Data (PBD) seluruh
program kerja sekolah ke depannya"
Pelaksanaan ANBK di SMA Negeri 3 Sukadana tahun ini telah membuktikan bahwa pendidikan dan teknologi dapat bersinergi dengan harmonis. Dengan semangat inovasi dan komitmen yang kuat, sekolah ini telah membuka pintu menuju perubahan positif dalam dunia pendidikan, serta memberikan harapan akan generasi yang lebih terampil dan siap mengukir prestasi di masa depan. (Mr.D)
Kamis, 24 Agustus 2023
Contoh Format KKTP
Assalamualaikum Wr. Wb.
Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal afiat
Untuk postingan kali ini saya coba melengkapi tentang Kurikulum Merdeka, khususnya tentang Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelaran (KKTP). KKTP itu seperti KKM dalam kurikulum 2023, tapi tidak sama persis, lebih fleksibel dalam menentukannya.
Lalu bagaimana dong bentuk format KKTP dan cara membuatnya? itu semua sudah terjawab pada buku Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) Kurikulum Merdeka revisi tahun 2022, tepatnya bisa dibuka pada halaman 32. Dan berikut ini kami kutipkan untuk Anda, mari kita simak bersama-sama.
A. Cara Membuat / Menentukan KKTP
Untuk mengetahui apakah peserta didik telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran, pendidik perlu menetapkan kriteria atau indikator ketercapaian tujuan pembelajaran.
Kriteria ini dikembangkan saat pendidik merencanakan asesmen, yang dilakukan saat pendidik menyusun perencanaan pembelajaran, baik dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran ataupun modul ajar.
Kriteria ketercapaian ini juga menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih/membuat instrumen asesmen, karena belum tentu suatu asesmen sesuai dengan tujuan dan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran. Kriteria ini merupakan penjelasan (deskripsi) tentang kemampuan apa yang perlu ditunjukkan/ didemonstrasikan peserta didik sebagai bukti bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran.
Dengan demikian, pendidik tidak disarankan untuk menggunakan angka mutlak (misalnya, 75, 80, dan sebagainya) sebagai kriteria.
Yang paling disarankan adalah menggunakan deskripsi, namun jika dibutuhkan, maka pendidik diperkenankan untuk menggunakan interval nilai (misalnya 70 - 85, 85 - 100, dan sebagainya).
Dengan demikian, kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran dapat dikembangkan pendidik dengan menggunakan beberapa pendekatan, di antaranya:
(1) menggunakan deskripsi sehingga apabila peserta didik tidak mencapai kriteria tersebut maka dianggap belum mencapai tujuan pembelajaran,
(2) menggunakan rubrik yang dapat mengidentifikasi sejauh mana peserta didik mencapai tujuan pembelajaran,
(3) menggunakan skala atau interval nilai, atau pendekatan lainnya sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan pendidik dalam mengembangkannya.
Berikut adalah contoh-contoh pendekatan yang dimaksud.
Contoh salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase C: "peserta didik mampu menulis laporan hasil pengamatan dan wawancara"
Pendekatan 1: Menggunakan deskripsi kriteria
Contohnya, dalam tugas menulis laporan, pendidik menetapkan kriteria ketuntasan:
Laporan peserta didik menunjukkan kemampuannya menulis teks eksplanasi, hasil pengamatan, dan pengalaman secara jelas.
Laporan menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga dapat meyakinkan pembaca.
| Kriteria | Tidak Memadai |
Memadai |
|---|---|---|
| Laporan menunjukkan kemampuan penulisan teks eksplanasi dengan runtut. | ✓ | |
| Laporan menunjukkan hasil pengamatan yang jelas. | ✓ | |
| Laporan menceritakan pengalaman secara jelas. | ✓ | |
| Laporan menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga dapat meyakinkan pembaca. | ✓ | |
| Kesimpulan: Peserta didik dianggap mencapai tujuan pembelajaran jika minimal 3 kriteria memadai. Jika ada dua kriteria masuk kategori tidak tuntas, maka perlu dilakukan intervensi agar pencapaian peserta didik ini bisa diperbaiki | ||
Pendekatan 2: menggunakan rubrik
| Baru berkembang |
Layak | Cakap | Mahir | |
|---|---|---|---|---|
| Isi Laporan |
Belum mampu menulis teks eksplanasi, hasil pengamatan, dan pengalaman belum jelas tertuang dalam tulisan. Ide dan informasi dalam laporan tercampur dan hubungan antara paragraf tidak berhubungan. |
Mampu menulis teks eksplanasi, hasil pengamatan, dan pengalaman secara jelas. Laporan menunjukkan hubungan yang jelas di sebagian paragraf |
Mampu menulis teks eksplanasi, hasil pengamatan, dan pengalaman secara jelas. Laporan menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga dapat meyakinkan pembaca. |
Mampu menulis teks eksplanasi, hasil pengamatan, dan pengalaman secara jelas. Laporan menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga dapat meyakinkan pembaca serta ada fakta-fakta pendukung yang relevan. |
|
Penulisan (tanda baca dan huruf kapital) |
Belum menggunakan tanda baca dan huruf kapital atau sebagian besar tidak digunakan secara tepat. |
Sebagian tanda baca dan huruf kapital digunakan secara tepat. |
Sebagian besar tanda baca dan huruf kapital digunakan secara tepat. |
Semua tanda baca dan huruf kapital digunakan secara tepat |
| Kesimpulan: Peserta didik dianggap sudah mencapai tujuan pembelajaran jika kedua kriteria di atas mencapai minimal tahap cakap | ||||
Pendekatan 3: menggunakan interval nilai
Untuk menggunakan interval, pendidik dan/ atau satuan pendidikan dapat menggunakan rubrik maupun nilai dari tes. Pendidik menentukan terlebih dahulu intervalnya dan tindak lanjut yang akan dilakukan untuk para peserta didik.
Contoh a.
Untuk nilai yang berasal dari nilai tes tertulis atau ujian, pendidik menentukan interval nilai. Setelah mendapatkan hasil tes, pendidik dapat langsung menilai hasil kerja peserta didik dan menentukan tindak lanjut sesuai dengan intervalnya.
| 0 - 40% | belum mencapai, remedial di seluruh bagian |
| 41 - 65 % | belum mencapai ketuntasan, remedial di bagian yang diperlukan |
| 66 - 85 % | sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial |
| 86 - 100% | sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih |
Contoh b.
Pendidik dapat menggunakan interval nilai yang
diolah dari rubrik. Seperti dalam tugas menulis laporan, pendidik dapat
menetapkan empat kriteria ketuntasan:
- Menunjukkan kemampuan penulisan teks eksplanasi dengan runtut
- Menunjukkan hasil pengamatan yang jelas
- Menceritakan pengalaman secara jelas
- Menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga dapat meyakinkan pembaca
Untuk setiap kriteria terdapat 4 (empat) skala pencapaian (1-4).
Pendidik membandingkan hasil tulisan peserta didik dengan rubrik untuk menentukan ketercapaian peserta didik.
| Kriteria Ketuntasan |
belum muncul (1) |
muncul sebagian kecil (2) |
sudah muncul di sebagian besar (3) |
terlihat pada keseluruhan teks (4) |
|---|---|---|---|---|
|
Menunjukkan kemampuan penulisan teks eksplanasi dengan runtut |
✓ | |||
|
Laporan menunjukkan hasil pengamatan yang jelas |
✓ | |||
|
Laporan menceritakan pengalaman secara jelas. |
✓ | |||
|
Laporan menjelaskan hubungan kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga dapat meyakinkan pembaca. |
✓ |
Diasumsikan untuk setiap kriteria memiliki bobot yang sama sehingga pembagi merupakan total dari jumlah kriteria (dalam hal ini 4 kriteria) dan nilai maksimum (dalam hal ini nilai maksimumnya 4).
| 0 - 40% | belum mencapai, remedial di seluruh bagian |
| 41 - 60% | belum mencapai ketuntasan, remedial di bagian yang diperlukan |
| 61 - 80% | sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial |
| 81 - 100% | sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih |
Pada contoh di atas, pendidik hanya menggunakan rubrik dan diambil kesimpulan bahwa peserta didik di atas sudah menuntaskan tujuan pembelajaran, karena sebagian besar kriteria sudah tercapai.
B. Tonton Video Cara Menentukan KKTP
C. Download Contoh Format KKTP Kurikulum Merdeka
Tonton videonya berikut ini
1. Sheet Interval KKTP
2. Sheet Format 1 KKTP
Aplikasi KKTP ini oleh pengembangya disediakan 2 format, untuk format 1 KKTP, Ibu/Bapak Guru hanya menginputkan nilai dari tes tertulis. Nantinya keterangan kriteria ketuntasan dan tindak lanjut intervensi akan otomatis muncul.3. Sheet Format 2 KKTP
D. Penutup
Salam Merdeka Belajar....
Terima kasih telah menyempatkan berkunjung, dan silakan bila ingin berkomentar.
Sabtu, 24 Juni 2023
Menginspirasi dengan Kedisiplinan
Rabu, 14 Juni 2023
Perjalanan Napak Tilas Menuju Bumi Perkemahan Pantai Pasir Mayang
Mengukir Semangat Kebersamaan dan Dedikasi Sebagai Anggota Bantara
Cahaya dan kehangatan dari api unggun memancarkan semangat persaudaraan dan dedikasi mereka sebagai Bantara. Para peserta berdiri di sekitar api unggun, memandangi api yang memancarkan cahaya kegelapan malam. Suara riuh dan tawa riang memenuhi udara, sementara lagu-lagu kebersamaan dinyanyikan dengan penuh semangat.
Pembina memberikan kata-kata inspiratif kepada para peserta, mengingatkan mereka akan tanggung jawab dan peran penting yang diemban. Dia juga memotivasi mereka untuk tetap menjaga semangat kebersamaan dan kebaikan yang tercermin dalam api unggun.
Malam itu, api unggun menjadi simbol persatuan dan semangat dalam menjalani peran baru sebagai anggota Bantara. Para peserta mengikuti berbagai kegiatan seperti permainan tradisional, pertunjukan musik, dan cerita bersama di sekitar api unggun yang membara.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Sementara cahaya api unggun semakin redup, semangat dan komitmen para peserta untuk menjadi agen perubahan yang positif tetap berkobar. Mereka merasa terinspirasi dan siap menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dalam kegiatan Bantara di sekolah dan masyarakat.
Acara api unggun ini menjadi momen berharga dalam perjalanan mereka sebagai Bantara. Di bawah langit malam yang penuh bintang, mereka saling berbagi cerita, pengalaman, dan harapan masa depan. Semua itu semakin memperkuat ikatan persaudaraan di antara mereka.









%20background%201.png)








.jpeg)







