GURU SMAN 3 SUKADANA

Kepala Sekolah, Guru, beserta Staf di SMA Negeri 3 Sukadana Tahun Pelajaran 2021/2022

GURU SMAN 3 SUKADANA

Kepala Sekolah, Guru, beserta Staf di SMA Negeri 3 Sukadana Tahun Pelajaran 2018/2019

PPK SMAN 3 SUKADANA

Gerakan Mencium Tangan Orang Tua Sebelum Berangkat dan Setelah Pulang Sekolah

HINDARI NARKOBA

NARKOBA, Membunuh Anak Negeri, Memusnahkan Generasi

STRUKTUR ORGANISASI SMAN 3 SUKADANA

Tahun Pelajaran 2017/2018

VISI MISI

Visi dan Misi SMA Negeri 3 Sukadana

GURU SMAN 3 SUKADANA

Kepala Sekolah, Guru, beserta Staf di SMA Negeri 3 Sukadana Tahun Pelajaran 2022/2023

PERINGATAN HUT KE-77 REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2022

Dewan guru SMA Negeri 3 Sukadana pada saat Peringatan HUT RI 2022

PERESMIAN SMAN 3 SUKADANA

Dewan guru bersama Siswa-siswi SMA Negeri 3 Sukadana pada saat Peresmian di Teluk Batang

SMA NEGERI 3 SUKADANA

Jumat, 24 Maret 2023

Jadwal Salat Ramadan 1444H

Berikut ini merupakan jadwal salat selama Ramadan 1444H


Silakan download DISINI

Senin, 13 Maret 2023

MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING

     


   Discovery learning adalah salah satu model pembelajaran yang berfokus pada proses eksplorasi dan penemuan siswa dalam memperoleh pengetahuan baru. Dalam model pembelajaran ini, siswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kognitif mereka dengan melakukan eksplorasi mandiri terhadap topik yang dipelajari, sehingga mereka dapat menemukan jawaban dan konsep yang berbeda dari cara yang biasa dilakukan. Model pembelajaran discovery learning didasarkan pada teori konstruktivisme yang menekankan pentingnya pengalaman langsung dan aktif dalam belajar. Siswa dianggap sebagai konstruktor pengetahuan, bukan penerima pasif informasi, dan mereka dipandang mampu membangun pemahaman yang berarti melalui proses refleksi dan pengalaman yang mereka alami.

        Model pembelajaran discovery learning pertama kali dikemukakan oleh seorang psikolog asal Amerika Serikat bernama Jerome Bruner pada tahun 1960-an. Bruner merupakan salah satu tokoh penting dalam psikologi kognitif, dan ia dikenal sebagai pendukung kuat konsep konstruktivisme dalam pembelajaran. Bruner mengusulkan bahwa dalam pembelajaran, siswa sebaiknya diberikan kesempatan untuk menemukan sendiri konsep-konsep baru dan membuat makna dari pengalaman belajar mereka. Menurutnya, siswa dapat membangun pemahaman yang lebih kuat dan berarti tentang topik pembelajaran, jika mereka aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan diberikan kesempatan untuk berpikir secara kritis dan kreatif.

        Dalam model pembelajaran discovery learning, Bruner menekankan pentingnya eksplorasi mandiri dan penemuan bagi siswa, serta peran guru sebagai fasilitator atau pembimbing dalam proses pembelajaran. Model ini telah menjadi landasan bagi berbagai pendekatan pembelajaran yang berbasis konstruktivisme, seperti problem-based learning, inquiry-based learning, dan experiential learning. Meskipun Bruner menjadi tokoh penting dalam pengembangan model pembelajaran discovery learning, namun konsep ini juga berkaitan erat dengan konsep-konsep yang dikemukakan oleh para ahli lain dalam bidang psikologi kognitif dan konstruktivisme, seperti Lev Vygotsky, Jean Piaget, dan John Dewey. Dalam model pembelajaran ini, guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing, bukan sebagai penyampai informasi. Guru memberikan siswa tugas atau masalah yang memerlukan pemecahan, dan siswa diberikan kesempatan untuk menemukan solusi sendiri. Guru juga memberikan bantuan dan dukungan kepada siswa ketika diperlukan, tetapi pada dasarnya memberikan siswa kebebasan untuk menemukan jawaban mereka sendiri.

        Salah satu keuntungan dari model pembelajaran discovery learning adalah bahwa siswa menjadi lebih aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran mereka. Ini dapat meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam belajar, karena mereka merasa memiliki kendali atas proses pembelajaran mereka dan merasa dihargai sebagai konstruktor pengetahuan. Selain itu, discovery learning dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis. Siswa belajar untuk mempertanyakan dan mengevaluasi informasi, dan mereka membangun koneksi antara konsep yang berbeda dalam proses belajar mereka. Ini memungkinkan siswa untuk memiliki pemahaman yang lebih mendalam dan berarti tentang topik yang dipelajari.

Sintaks model pembelajaran discovery learning dapat diuraikan sebagai berikut:

1.     Menentukan tujuan pembelajaran yang spesifik dan jelas, yang diharapkan dicapai oleh siswa pada akhir proses pembelajaran.

2.       Menentukan masalah atau tugas yang menantang, terkait dengan topik pembelajaran yang dipilih. Masalah atau tugas tersebut harus memerlukan pemecahan kreatif dan reflektif, sehingga siswa diharapkan untuk melakukan eksplorasi mandiri dalam mencari solusi.

3.       Memberikan bimbingan atau arahan yang tepat dan efektif kepada siswa, untuk membantu mereka dalam menjalankan proses eksplorasi dan penemuan. Guru harus memastikan bahwa siswa memiliki pemahaman yang memadai tentang topik yang dipelajari, dan memberikan dukungan ketika diperlukan.

4.       Memfasilitasi proses pembelajaran, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memecahkan masalah atau tugas yang diberikan, dan menemukan jawaban atau konsep yang berbeda dari cara yang biasa dilakukan. Guru harus memonitor dan mengevaluasi proses pembelajaran, serta memberikan umpan balik dan dukungan yang tepat kepada siswa.

5.       Mendorong siswa untuk merenungkan dan merefleksikan proses pembelajaran yang telah mereka jalani, serta membuat kesimpulan atau generalisasi dari pengalaman yang mereka alami. Guru harus membantu siswa dalam membangun pemahaman yang lebih dalam dan berarti tentang topik yang dipelajari, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi dan mempertimbangkan perspektif mereka dengan yang lain.

6.       Mengevaluasi hasil pembelajaran, dengan mengukur sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan, serta melihat proses pembelajaran yang telah mereka alami. Evaluasi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya melalui penilaian formatif atau sumatif, tes atau proyek, diskusi atau presentasi, atau cara lain yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan konteks pembelajaran yang terjadi.

Berikut ini adalah sintaks model pembelajaran discovery learning dalam bentuk tabel:

Langkah

Deskripsi

1.        

Menentukan tujuan pembelajaran yang spesifik dan jelas, yang diharapkan dicapai oleh siswa pada akhir proses pembelajaran

2.        

Menentukan masalah atau tugas yang menantang, terkait dengan topik pembelajaran yang dipilih. Masalah atau tugas tersebut harus memerlukan pemecahan kreatif dan reflektif, sehingga siswa diharapkan untuk melakukan eksplorasi mandiri dalam mencari solusi.

3.        

Memberikan bimbingan atau arahan yang tepat dan efektif kepada siswa, untuk membantu mereka dalam menjalankan proses eksplorasi dan penemuan. Guru harus memastikan bahwa siswa memiliki pemahaman yang memadai tentang topik yang dipelajari, dan memberikan dukungan ketika diperlukan.

4.        

Memfasilitasi proses pembelajaran, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memecahkan masalah atau tugas yang diberikan, dan menemukan jawaban atau konsep yang berbeda dari cara yang biasa dilakukan. Guru harus memonitor dan mengevaluasi proses pembelajaran, serta memberikan umpan balik dan dukungan yang tepat kepada siswa.

5.        

Mendorong siswa untuk merenungkan dan merefleksikan proses pembelajaran yang telah mereka jalani, serta membuat kesimpulan atau generalisasi dari pengalaman yang mereka alami. Guru harus membantu siswa dalam membangun pemahaman yang lebih dalam dan berarti tentang topik yang dipelajari, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi dan mempertimbangkan perspektif mereka dengan yang lain.

6.        

Mengevaluasi hasil pembelajaran, dengan mengukur sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan, serta melihat proses pembelajaran yang telah mereka alami. Evaluasi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya melalui penilaian formatif atau sumatif, tes atau proyek, diskusi atau presentasi, atau cara lain yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan konteks pembelajaran yang terjadi.

         Dalam tabel di atas, terdapat enam langkah atau tahapan dalam model pembelajaran discovery learning, yang dapat membantu guru dalam memfasilitasi proses pembelajaran siswa secara efektif. Setiap langkah memiliki deskripsi yang jelas dan spesifik, sehingga dapat membantu guru untuk memahami dan mengimplementasikan model pembelajaran ini dengan lebih baik.

        Model pembelajaran discovery learning dapat diterapkan pada pembelajaran kurikulum merdeka belajar. Kurikulum merdeka belajar mengedepankan prinsip-prinsip pembelajaran yang aktif, partisipatif, dan kolaboratif, yang sejalan dengan prinsip-prinsip dasar model pembelajaran discovery learning. Dalam konteks pembelajaran kurikulum merdeka belajar, siswa diharapkan menjadi agen pembelajaran aktif yang terlibat dalam proses pembelajaran secara mandiri dan kritis. Dengan model pembelajaran discovery learning, siswa diberikan kesempatan untuk menemukan konsep-konsep baru dan membuat makna dari pengalaman belajar mereka sendiri, sehingga membangun pemahaman yang lebih kuat dan bermakna. 

Penerapan model pembelajaran discovery learning dalam pembelajaran kurikulum merdeka belajar dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti:

  1. Memberikan siswa kesempatan untuk memilih topik yang diminati dan mengeksplorasi topik tersebut secara mandiri dengan bimbingan guru.
  2. Memberikan tugas-tugas berbasis masalah atau proyek yang mengharuskan siswa mencari dan menemukan solusi sendiri.
  3.  Mendorong siswa untuk berkolaborasi dan berbagi ide-ide dengan teman sekelas, sehingga dapat saling menginspirasi dan membantu satu sama lain dalam proses pembelajaran.
  4. Menggunakan berbagai media pembelajaran, seperti video, gambar, atau simulasi, untuk membantu siswa memahami konsep secara visual dan interaktif.

        Dalam penerapan model pembelajaran discovery learning pada pembelajaran kurikulum merdeka belajar, peran guru sebagai fasilitator atau pembimbing sangatlah penting. Guru harus dapat memberikan panduan dan bimbingan yang diperlukan untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran, serta memberikan umpan balik yang konstruktif untuk memperbaiki dan meningkatkan pemahaman siswa tentang materi pembelajaran. Namun, model pembelajaran discovery learning juga memiliki beberapa kelemahan. Siswa dapat merasa frustasi atau kesulitan dalam menemukan solusi atas masalah yang diberikan, terutama jika mereka tidak memiliki pengetahuan atau pengalaman yang cukup. Selain itu, siswa yang kurang terorganisir atau kurang terarah dapat mengalami kesulitan dalam memanfaatkan waktu dan sumber daya secara efektif.

        Secara keseluruhan, model pembelajaran discovery learning dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam pembelajaran siswa, terutama jika digunakan dengan baik dan dikombinasikan dengan model pembelajaran lainnya. Penting bagi guru untuk memberikan arahan dan bimbingan yang tepat dan efektif kepada siswa, serta memberikan masalah atau tugas yang sesuai dengan tingkat keterampilan dan pengetahuan siswa. Dengan demikian, siswa dapat memperoleh manfaat maksimal dari model pembelajaran discovery learning dan dapat mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang berharga dalam proses belajar mereka.

Semoga Bermanfaat (MrD)

Daftar Pustaka

Arikunto, S. (2012). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. (Bab 5: Model Pembelajaran Discovery Learning)

Bruner, J. S. (1961). The act of discovery. Harvard Educational Review, 31(1), 21-32.

Chi, M. T. H. (2009). Active-constructive-interactive: A conceptual framework for differentiating learning activities. Topics in Cognitive Science, 1(1), 73-105.

Hmelo-Silver, C. E. (2004). Problem-based learning: What and how do students learn? Educational Psychology Review, 16(3), 235-266.

Kirschner, P. A., Sweller, J., & Clark, R. E. (2006). Why minimal guidance during instruction does not work: An analysis of the failure of constructivist, discovery, problem-based, experiential, and inquiry-based teaching. Educational Psychologist, 41(2), 75-86.

Mayer, R. E. (2004). Should there be a three-strikes rule against pure discovery learning? The case for guided methods of instruction. American Psychologist, 59(1), 14-19.

Sanjaya, W. (2008). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. (Bab 4: Pembelajaran Berbasis Masalah)

Santrock, J.W. (2002). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. (Bab 6: Discovery Learning)

Susanto, A. (2017). Pendidikan Abad 21: Membangun Karakter dan Kompetensi Siswa. Jakarta: PT Prestasi Pustaka. (Bab 5: Pembelajaran Berbasis Masalah)

Sutikno, S. (2013). Pembelajaran Inovatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. (Bab 2: Model Pembelajaran Discovery Learning) 

Selasa, 07 Maret 2023

SMAN 3 Sukadana mulai melakukan sosialisasi dan promosi

Acara dibuka oleh bu Sri Harini
Sukadana (SMAN 3 Sukadana) – Sosialisasi dan promosi adalah ujung tombak dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB).  Keberhasilan tim promosi akan berdampak pada perolehan penerimaan peserta didik baru.  Gerakan dan ajakan untuk sekolah agar mengurangi angka putus sekolah harus terus digaungkan. Dengan catatan tidak tercantum tanggal waktu pendaftaran dengan menghubungi petugas, jangan sampai ada penulisan tanggal dan bulan, namun tetap ajakan bersekolah di SMA Negeri 3 Sukadana. Kali ini tim SMA Negeri 3 Sukadana mengunjungi 2 sekolah yang berada di sekitar wilayah zonasi yaitu SMP Negeri 4 Sukadana dan SMP Negeri 3 Sukadana.

Kegiatan dibuka oleh bu Sri Harini dengan memutarkan video kesan dan pesan dari alumnus SMA Negeri 3 Sukadana dari berbagai angkatan dengan harapan menarik minat para peserta didik kelas IX SMP untuk bersekolah di SMA Negeri 3 Sukadana. Semua peserta didik yang mengikuti terlihat sangat antusias dalam menyimak dan memperhatikan apa yang disampaikan oleh tim SMA Negeri 3 Sukadana. Selanjutnya Pak Ardi Kusnadi selaku wakil kepala sekolah bidang Kurikulum juga memperkenalkan tim yang berangkat yang terdiri dari beliau sendiri selaku waka kurikulum dan guru matematika, pak Chandra Mulyadi selaku waka kesiswaan dan guru bahasa inggris, pak Mardiansyah selaku waka sarpras dan guru kimia, pak Ozy Riandahayu selaku dokumenter dan guru matematika serta yang terakhir bu Sri Harini selaku waka humas dan Staf Tata Usaha SMA Negeri 3 Sukadana.

Pak Ardi Kusnadi ketika memberikan penjelasan terkait kurikulum

Berikutnya sosialisasi dilanjutkan oleh pak Chandra Mulyadi selaku waka kesiswaan dengan menyampaikan beberapa ekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri 3 Sukadana yang terdiri dari Les Komputer, Pencak Silat, Pasukan Pengibar Bendera (paskibra), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dan Praja Muda Karana (Pramuka). Beliau juga menampilkan budaya SMA Negeri 3 Sukadana yang menarik perhatian semua peserta sosialisasi yaitu makan bersama yang dilakukan rutin setidaknya sekali dalam sebulan sehingga membuat peserta didik yang hadir merasa penasaran dan ingin tau lebih lanjut tentang kegiatan tersebut. "Kegiatan ini sangat seru dan bisa menumbuhkan rasa kebersamaan", lanjut pak Chandra.

Pak Chandra Mulyadi saat menyampaikan kegiatan kesiswaan

Pak Mardiansyah yang mendapatkan giliran terakhir memberikan penjelasan tentang beberapa fasilitas yang ada di SMA Negeri 3 Sukadana seperti Wifi, Laboratorium Komputer, Laboratorium Biologi, Laboratorium Kimia, Perpustakaan, Lapangan Olahraga dan sebagainya. 

Pak Mardiansyah ketika menjelaskan sarpras yang ada di SMA Negeri 3 Sukadana

Tidak sampai disitu, sebelum tim SMA Negeri 3 Sukadana menutup kegiatan, di masing-masing sekolah sudah disiapkan 3 hadiah menarik untuk para peserta didik yang bisa menjawab pertanyaan yang diberikan dengan benar. Terlihat sangat antusias mereka menjawab pertanyaan yang diberikan. Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada SMP Negeri 4 Sukadana dan SMP Negeri 3 Sukadana atas kesempatan yang diberikan kepada tim SMA Negeri 3 Sukadana. 

Salah satu pemenang di SMP Negeri 4 Sukadana

Salah satu pemenang di SMP Negeri 3 Sukadana

Semoga seluruh tim yang menunaikan tugas promosi dapat mencapai tujuan utama sesuai harapan. Sangat penting bagi tim untuk memanfaatkan berbagai media sosial yang dimiliki untuk meliput semua kegiatan sekolah yang ada.  Mengoptimalkan alumni juga langkah strategis dalam promosi.  Hal yang tak kalah penting pula adalah memberikan layanan terbaik kepada peserta didik agar mereka senang belajar di SMA Negeri 3 Sukadana.  Semua itu tidak bisa diraih dalam waktu singkat tetapi harus melalui proses yang panjang. SEMANGAT SELALU. (ArKus)

Minggu, 05 Maret 2023

RAPAT REFLEKSI BULAN FEBRUARI

Sukadana (SMAN 3 Sukadana) – Kepala SMAN 3 Sukadana menyatakan rapat bulanan hendaklah dijadikan sebagai refleksi dan evaluasi selama satu bulan berjalan dan kemudian ditindak lanjuti dengan perbaikan pada bulan-bulan berikutnya. 

“Artinya, rapat bulanan itu sebagai laporan kemajuan untuk SMAN 3 Sukadana” ujarnya pada rapat bulanan Jumat (03/03/23) di Pantai Pulau Datok. Rapat kali ini memang sedikit berbeda dengan rapat-rapat sebelumnya yang biasanya diadakan di sekolah saja, karena kali ini rapat diadakan di tepian pantai pulau datok, Sukadana sambil ditemani semilirnya angin sepoi-sepoi yang bertiup.

Selanjutnya, menurut bu Erik setiap bulan kegiatan pembelajaran dan program sekolah harus terus dievaluasi. Guru yang bertugas harus bisa memetakan kendala-kendala yang dihadapinya. Baik saat di dalam kelas maupun di luar kelas. Setelah itu, guru juga berusaha untuk mencari formula yang baik untuk bisa menyelesaikan kendala-kendala yang dihadapi itu.

“Forum rapat sebagai sarana untuk menyampaikan semua kendala-kendala itu, sehingga bisa dicarikan solusinya secara bersama-sama. Dengan begitu, akan terlihat peningkatan kemajuan secara berkesinambungan,” harapnya.

Tidak bisa dipungkiri, setiap hari atau sepekan selalu ada persoalan yang dihadapi oleh guru dan siswa. Jangan sampai persoalan menumpuk tanpa penyelesaian dan dengan adanya rapat tersebut akan terjalin komunikasi yang erat serta menjalin silaturahmi di antara kepala sekolah dengan guru dan tenaga kependidikan.

Rapat bulanan tersebut dihadiri kepala sekolah, waka kurikulum, waka kesiswaan, waka sarpras, waka humas, beserta seluruh guru dan tenaga kependidikan. Rapat dibuka oleh waka humas dan berikutnya dipimpin oleh kepala sekolah dengan agenda mengevaluasi kegiatan pembelajaran selama bulan Februari 2023. Selain itu, dalam rapat tersebut juga membahas tentang persiapan Akreditasi yang akan dihadapi SMA Negeri 3 Sukadana di tahun 2023 ini serta persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2023/2024. 

Selasa, 21 Februari 2023

DOKUMEN YANG HARUS DISIAPKAN UNTUK AKREDITASI SEKOLAH/ MADRASAH

Akreditasi sekolah/madrasah merupakan proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan satuan atau program pendidikan, yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk sertifikat pengakuan dan peringkat kelayakan yang dikeluarkan oleh suatu lembaga yang mandiri dan profesional.

Dalam proses akreditasi sekolah ada beberapa dukumen atau administrasi yang harus disiapkan, dokumen tersebut meliputi 8 standar pendidikan nasional.

Berikut ini adalah beberapa daftar dokumen bukti fisik yang harus disiapkan dalam akreditasi sekolah/ madrasah:

A. STANDAR ISI

  1. KTSP / Kurikulum
  2. kalender pendidikan,
  3. buku pelajaran
  4. Berita acara rapat dan daftar hadir (guru, komite dan tokoh masyarakat)
  5. Referensi pengembangan Kurikulum (berupa buku panduan dalam penyusunan KTSP)
  6. SK tim pengembang kurikulum
  7. Dokumen RPP
  8. Program pengembangan diri (program layanan bimbingan konseling dan program ekstrakurikuler)
  9. Dokumen tugas siswa (Tugas terstruktur dan tugas mandiri tidak terstruktur)
  10. Silabus pembelajaran
  11. Berita acara pengembangan KTSP dan silabus tiap mata pelajaran
  12. Berita acara penetapan KKM dan daftar hadir

B. STANDAR PROSES

  1. RPP
  2. dokumen perencaaan pemantauan, pelaksanaan pemantauan, dan laporan pemantauan proses pembelajaran disertai catatan kepala sekolah/madrasah dan tanda tangan guru yang dipantau.
  3. dokumen laporan pelaksanaan supervisi proses pembelajaran dan tindak lanjut pada setiap aspeknya.
  4. catatan hasil evaluasi proses pembelajaran oleh kepala sekolah.
  5. Dokumen laporan pengawasan proses pembelajaran
  6. dokumen tindak lanjut hasil evaluasi

C. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

  1. RPP
  2. Tugas siswa
  3. Tata tertib sekolah
  4. Piagam penghargaan siswa
  5. Dokumen ujian nasional

D. STANDAR PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN

  1. Ijazah dan Sertifikat
  2. Dokumen rapat guru (surat undangan, daftar hadir, notula rapat)
  3. Daftar hadir guru selama 1 semester (rekap kehadiran)
  4. Sertifikat pendidik dan jadwal mengajar
  5. Ijazah kepala sekolah dan sertifikat pendidik
  6. Surat keterangan pengalaman mengajar kepala sekolah minimal 5 tahun
  7. Dokumen pengelolaan selama 3 tahun terakhir (dokumen jumlah siswa, prestasi siswa, pengembanagan profesi guru, pengembangan kurikulum, perkembangan sarana dan prasarana, kerjasama dengan pihak terkait)
  8. Pembukuan pengelolaan keuangan bidang kewira usahaan
  9. Dokumen surat perjanjian, piagam atau dokumen lain.
  10. Dokumen supervisi
  11. Ijazah tenaga administrasi
  12. Ijazah tenaga perpustakaan
  13. SK Kepala Sekolah (penjaga, tenaga kebersihan, pesuruh, dll)

E. STANDAR SARANA DAN PRASARANA

  1. Surat izin mendirikan bangunan
  2. Surat izin penggunaan bangunan
  3. Laporan pemeliharaan bangunan
  4. Buku teks pelajaran

F. STANDAR PENGELOLAAN

  1. Dokumen visi, misi dan tujuan sekolah
  2. RKS dan RKAS
  3. KTSP, Kalender pendidikan, struktur organisasi, pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan, peraturan sekolah, tata tertib, kode etik, biaya operasi sekolah, program pembelajaran, penilaian hasil belajar siswa
  4. Dokumen layanan konseling, pembinaan prestasi, ektrakurikuler, daftar alumni
  5. Program pendayagunaan pendidik (pembagian tugas, penentuan sistem penghargaan, pengembangan profesi, promosi dan penempatan, mutasi)
  6. Program pengelolaan sarana dan prasarana (perencanaan, pemenuhan, pendayagunaan, evalusi, pemeliharaan dan sarana prasarana pembelajaran)
  7. Dokumen pelaksanaan kegiatan sekolah (tata tertib, kode etik)
  8. Program pengawasan dan bukti sosialisasi program
  9. Laporan evaluasi diri sekolah
  10. Laporan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
  11. Dokumen akreditasi, tim pelaksana persiapan, bukti fisik non dokumen,
  12. Agenda kerja kepala sekolah,
  13. Software sistem informasi manajemen

G. STANDAR PEMBIAYAAN

  1. Dokumen investasi sarana dan prasarana
  2. Dokumen pembelanjaan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dan daftar peneriman tahun sebelumnya
  3. RKAS
  4. Daftar gaji
  5. Laporan keuangan
  6. Pedoman pengelolaan keuangan

H. STANDAR PENILAIAN

  1. Silabus pembelajaran
  2. RPP
  3. Arsip tes, nilai tes, nilai pengamatan, dan nilai tugas terstruktur maupun mandiri.
  4. Analisis hasil belajar
  5. Buku penghubung guru dan orang tua dan bukti kerja siswa.
  6. Program remedial dan pengayaan serta revisi perangkat pembelajaran
  7. Arsip hasil evaluasi belajar yang telah ditandatangani guru dan kepala sekolah/madrasah.
  8. Catatan hasil mengkomunikasikan penilaian dari guru ke guru yang bersangkutan
  9. Program ujian,
  10. Dokumen rapat, (surat undangan, berita acara rapat, hasil rapat, surat Keputusan kepala sekolah/madrasah tentang kepanitiaan ujian tengah semester, ulangan akhir semester dan ujian akhir semester, rapat kenaikan kelas)
  11. Buku laporan
  12. Laporan pencapaian hasil belajar.
  13. Dokumen ujian, ijazah
  14. Berita acara penerimaan siswa baru
Berdasarkan pengalaman walaupun administrasi untuk akreditasi di atas sangat banyak tapi apabila dibiasakan untuk dibuat dan dikerjakan tidak akan terasa terbebani saat akan menghadapi proses akreditasi. Karena administrasi tersebut merupakan administrasi kegiatan sehari-hari, bulanan maupun tahunan. Oleh karena itu siapkan dari sekarang juga sebelum proses akreditasi dimulai.

Bagi yang belum mempunyai perangkat atau instrumen akreditasi silahkan unduh perangkat akreditasi sekolah secara lengkap.

Kamis, 16 Februari 2023

Standar Nasional Pendidikan


Standar Nasional Pendidikan (SNP) di Indonesia telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan. Standar Nasional Pendidikan merupakan kunci untuk mewujudkan sistem pendidikan yang bermutu. Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Cakupan SNP terdiri dari 8 (delapan) standar, yaitu: (i) standar kompetensi lulusan; (ii) standar isi; (iii) standar proses; (iv) standar penilaian pendidikan; (v) standar tenaga kependidikan; (vi) standar sarana dan prasarana; (vii) standar pengelolaan; dan (viii) standar pembiayaan.

Rabu, 07 Desember 2022

Ucapan Terimakasih Pelaksanaan Penilaian Akhir Semester Ganjil berjalan lancar

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke Hadirat Allah SWT, karena atas Taufik, Hidayah, serta Ridha-Nya atas segala nikmat yg telah dilimpahkan kepada kita semua, dan atas Izin-Nya juga kita dapat melaksanakan serangkaian kegiatan Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil yg berjalan dengan sukses dan lancar sesuai harapan kita bersama. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kepada kita semua kekuatan lahir dan batin serta memberikan petunjuk dan menuntun kita semua dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan berikutnya. Aamiiin.

Tak terasa, pada hari ini, kita semua warga SMA Negeri 3 Sukadana akan melaksanakan Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil di hari terakhir, Rabu (07/12/2022). Ucapan Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua pihak atas partisipasinya yang sangat besar, yang telah mendukung demi terlaksananya kegiatan kita ini. Untuk semua bapak/ibu yang terlibat, yang sudah bekerja keras dalam melaksanakan tugasnya sehingga jalannya PAS Ganjil tahun ini berjalan aman, lancar dan tertib. Baik panitia, pengawas, peserta didik maupun seluruh warga SMANTANA telah berkolaborasi bersama serta berusaha semaksimal mungkin memberikan kontribusinya masing-masing agar pelaksanaan PAS ini dapat berjalan dengan jujur, aman serta bersinergi satu sama lain. Semoga menghasilkan sesuatu seperti yang kita harapkan. 

Terimakasih banyak untuk para pengawas, atas partisipasinya membimbing dan mengawasi peserta didik dalam mengerjakan Penilaian Akhir Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2022/2023. Pengawas Penilaian Akhir Semester Ganjil yang ditugaskan telah melaksanakan tugas dengan maksimal pada kegiatan ini, Terima kasih sekali lagi karena telah bekerja sama dalam menciptakan suasana PAS yang kondusif sehingga tidak ada sesuatu peristiwa yang dapat mengganggu proses PAS, semoga kerja serta amal ibadah kita semua mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Juga tidak lupa kami ucapkan terima kasih kami kepada Panitia Penilaian Akhir Semester Ganjil yang telah memenuhi harapan kami. Alhamdulillah, saya sampaikan selamat buat seluruh panitia atas kerja keras dan sumbangsih yang telah dilakukan dalam penyelenggaraan kegiatan yang berjalan dengan sukses dan lancar. Kendala, masalah, serta kejadian-kejadian kecil dalam suatu kegiatan merupakan hal yang wajar, namun panitia selalu menemukan solusi yang membuat kegiatan ini tetap berjalan sesuai dengan rencana sebelumnya.

Saya juga mengucapkan, mohon maaf kepada Bapak/Ibu pengawas apabila ada yang kurang berkenan selama Bapak/Ibu mengawas PAS ini. Mohon maaf juga untuk para panitia jika dalam pelaksanaan PAS ini banyak sekali tugas yang diberikan serta dukungan yang kurang maksimal sehingga menghambat kinerja panitia sekalian. Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila selama pelaksanaan PAS ini ada kesalahan-kesalahan baik itu yang disengaja maupun tidak disengaja.

Semoga setelah kegiatan ini kita semua diberikan kekuatan serta kekompakan untuk terus melaksanakan kegiatan lain secara bersama-sama dengan penuh semangat gotong-royong. Dan kita semua berharap agar semua peserta didik meraih kesuksesan dan keberhasilan dalam memperoleh nilai yang terbaik, bisa menjadi anak yang berguna baik bagi keluarganya maupun bagi orang banyak. (ArKus)

Sabtu, 26 November 2022

Pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS SMAN 3 Sukadana T.P. 2022/2023.

 Ibu Erik Yuniastuti, M.Pd menyampaikan Materi Leadership
Smantana (26/11/22) - Latihan dasar kepemimpinan atau yang biasa disebut dengan LDK adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk melatih dan membangun jiwa kepemimpinan anggota baru dari suatu organisasi maupun kelompok. Kegiatan ini melatih fisik dan juga mental seseorang. Namun dari kedua hal tersebut, mental yang lebih menantang. Terdapat 3 hal yang dapat mempengaruhi mental peserta untuk menjadi lebih baik lagi selama melaksanakan LDK, diantaranya adalah : Kedisiplinan, Rasa solidaritas dan Bertanggung jawab.

Senin, 21 November 2022

Penempatan PPPK kategori P2 dan P3

Alur Seleksi P2 dan P3


Dalam seleksi PPPK guru tahun 2022 mungkin masih ada kekhawatiran dari pelamar prioritas 2 (P2) dan pelamar prioritas 3 (P3) yang tidak ada formasi di sekolah induknya. Adapun yang dimaksud sekolah induk adalah satuan pendidikan tempat P2 dan P3 bekerja hingga saat ini mengikuti pendaftaran PPPK guru tahun 2022.

Jumat, 18 November 2022

Peserta didik SMAN 3 Sukadana mengikuti Try Out SNBT


Jumat, 18 November 2022, sebanyak 21 orang peserta didik kelas XII mengikuti Try Out SNBT yang diselenggarakan oleh EduPrime bekerja sama dengan Disdik Kalbar.

“TO hari ini berjalan dengan lancar, cuma kendala tadi sempat padam listrik sebentar, tapi bisa diatasi dan berlanjut sampai waktu selesai”, ungkap Ardi Kusnadi, S.Pd. selaku Waka. Kurikulum yang juga bertugas sebagai proktor di kegiatan Try Out SNBT ini.

Untuk diketahui bersama, tahun 2023 pelaksanaan Seleksi Tertulis Masuk Perguruan Tinggi akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun-tahun sebelumnya soal-soal berbasis mata pelajaran, maka tahun ini lebih ke kemampuan penalaran dan logika peserta didik. Peserta didik kelas XII tidak dituntut menghafal pelajaran dalam tes ini tapi lebih menekankan kepada kemampuan berpikir secara umum.

“Setidaknya TO SNBT ini bisa menjadi pengenalan untuk tes sesungguhnya tahun depan, dan juga sebagai alat peserta didik untuk mengukur kemampuan serta evaluasi diri”, tambah Ardi Kusnadi.

Pria kelahiran 7 Januari 1989 ini menambahkan bahwa sebenarnya kuota per sekolah itu adalah 40 orang tapi yang mendaftar ikut hanya 21 Peserta didik. 21 peserta didik tersebut adalah siswa/i yang menyatakan berminat kuliah atau masih ada keragu-raguan untuk kuliah.

21 Peserta Try Out SMAN 3 Sukadana mengerjakan 80 soal dalam waktu 100 menit. Adapun Try Out SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Tes) ini terbagi menjadi 4 Subtes yakni Potensi Kognitif, Penalaran Matematika, Literasi Bahasa Indonesia dan Literasi Bahasa Inggris.

Diwawancarai setelah melakukan TO, salah satu peserta bernama Tuti Wulandari dari Kelas XII IPS berkata, "agak menegangkan Pak, terutama pada saat listrik padam".

“Sangat bermanfaat pak, setidaknya ada gambaran tentang pengerjaan soal-soalnya”, kata Apnur Halip kelas XII MIPA ketika ditanya apakah tes ini bermanfaat baginya.

Dihubungi terpisah, Kepala SMAN 3 Sukadana, Erik Yuniastuti menyatakan rasa terimakasihnya kepada Eduprime dan Disdik Kalbar karena telah menyelenggarakan Tryout SNBT ini.

“Terimakasih atas kerjasamanya dalam memberikan kesempatan kepada siswa-siswa kami untuk melaksanakan TO SNBT ini. Ini merupakan pengalaman berarti dan semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut ke depannya,” tutup Kepala Sekolah kelahiran 13 Juni 1981 itu. (ArKus)

LOKASI SMA Negeri 3 Sukadana

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA