GURU SMAN 3 SUKADANA

Kepala Sekolah, Guru, beserta Staf di SMA Negeri 3 Sukadana Tahun Pelajaran 2021/2022

GURU SMAN 3 SUKADANA

Kepala Sekolah, Guru, beserta Staf di SMA Negeri 3 Sukadana Tahun Pelajaran 2018/2019

PPK SMAN 3 SUKADANA

Gerakan Mencium Tangan Orang Tua Sebelum Berangkat dan Setelah Pulang Sekolah

HINDARI NARKOBA

NARKOBA, Membunuh Anak Negeri, Memusnahkan Generasi

STRUKTUR ORGANISASI SMAN 3 SUKADANA

Tahun Pelajaran 2017/2018

VISI MISI

Visi dan Misi SMA Negeri 3 Sukadana

GURU SMAN 3 SUKADANA

Kepala Sekolah, Guru, beserta Staf di SMA Negeri 3 Sukadana Tahun Pelajaran 2022/2023

PERINGATAN HUT KE-77 REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2022

Dewan guru SMA Negeri 3 Sukadana pada saat Peringatan HUT RI 2022

PERESMIAN SMAN 3 SUKADANA

Dewan guru bersama Siswa-siswi SMA Negeri 3 Sukadana pada saat Peresmian di Teluk Batang

SMA NEGERI 3 SUKADANA

Jumat, 14 Oktober 2022

Pengertian Refleksi dan Kenali Manfaatnya dalam Pembelajaran


Refleksi merupakan kata yang kerap didengar saat proses pembelajaran. Refleksi adalah istilah yang dikenal juga sebagai cerminan atau gambaran.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), refleksi adalah gerakan, pantulan di luar kemauan (kesadaran) sebagai jawaban atas suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar.

Rabu, 12 Oktober 2022

PEMBIASAAN Edisi 11 Oktober 2022

Nasehat dan motivasi sedang diberikan

    Jam telah menunjukkan pukul 06.45 WIB. Seluruh siswa SMANTANA berbondong-bondong menuju aula. Pemandangan seperti ini adalah hal yang biasa di SMANTANA. Tidak ketinggalan penulis juga ikut menuju aula meski keadaan cuaca pagi itu dingin. Terlihat para siswa sangat antusias untuk menyimak nasehat dan motivasi saat itu. Tidak lama setelah berkumpul dengan rapi, muncul sosok wanita dengan senyum iklas dan tulus menghampiri dan menyapa seluruh siswa. Siapakah dia? Dia adalah sosok inspiratif bagi siswa SMANTANA, beliau adalah Ibu Erik Yuniastuti, M.Pd. kepala sekolah SMANTANA. Pagi itu, beliau akan memberikan beberapa nasehat kepada kami semua.  Pada kesempatan ini melalui program TULUS, penulis mencoba berbagi tantang apa yg ibu Erik sampaikan. Berikut tulisan saya, silahkan dibaca ya teman-teman!    

 *apasih yang perlu kita siapkan ketika musim hujan tiba*

Nah, teman teman sekarang dibeberapa wilayah di Indonesia sedang mengalami musim hujan, tentu musim hujan ini bisa membuat kondisi fisik kita tidak sehat, dan menjadi penghambat bagi teman-teman yang mau mengikuti belajar mengajar disekolah seperti biasanya.

Namun, jangan jadikan musim hujan ini untuk alasan kita tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar disekolahan seperti biasanya.

Nah kita sebagai pelajar harus berjuang untuk bisa mengikuti kegiatan belajar di sekolahan seperti biasanya.

Yang perlu kita siapkan sebagai pelajar untuk menghadapi musim hujan adalah:

  1. Menjaga kesehatan fisik, agar fisik kita tetap kuat dan bisa mengikut kegiatan belajar mengajar di sekolah seperti biasanya. 
  2. Jajan yang sehat, agar terhindar dari penyakit.
  3. Memakai jaket ketika hujan, namun apabila tidak hujan teman teman tidak boleh menggunakan jaket didalam kelas kecuali teman teman sedang sakit.
Ibu Erik berinteraksi dengan ramah kpd siswa SMANTANA

Ketika musim hujan juga disarankan untuk :

  1. Tidak memakai seragam sekolah ketika mau berangkat sekolah dalam keadaan hujan, simpanlah seragam sekolah didalam tas.
  2. Tidak memakai sepatu dan kaos kaki ketika mau berangkat sekolah dalam keadaan hujan, simpanlah sepatu dan kaos kaki didalam tas atau di dalam kantong agar tidak basah.

Nah itu saja yang bisa saya rangkum dari nasehat ibu Erik kemaren. Semoga bermanfaat untuk teman teman sekalian, tetap semangat dalam belajar meskipun cuaca sedang tidak baik

Profil Penulis

Nama    : Sarmila
Kelas     : XI MIPA

TTL        : Ketapang, 26.september 2005

Hobi      :membaca dan belajar

Kata bijak: 

"jangan lelah mencoba, tidak ad jaminan untuk sukses, tetapi memilih untuk tidak mencoba adalah jaminan kegagalan"





Presente by : TULUS OSIS

Edited by     : CM87


Senin, 10 Oktober 2022

TERIMA KASIH, SEMOGA BERKAH!

Foto kami lampirkan sekedar untuk dokumentasi & laporan.
Tidak ada niat Riya' atau merendahkan pihak tertentu.
    "Terima kasih" adalah kata yang biasa terucap dari beberapa warga yang menerima bantuan sembako dari siswa siswi SMANTANA. Tidak hanya Jumat Berbagi, SMANTANA juga memiliki  program lain yang bersifat pendidikan sosial bagi siswa siswinya. Program tersebut berbentuk sedekah sembako bagi warga sekitar. Ini merupakan program lama dari OSIS SMANTANA yang coba kami aktifkan kembali. Program ini sudah dimulai dari sejak Bang Sajihan menjabat sebagai ketua OSIS. 

2 anggota OSIS SMANTANA sedang menjalankan
program infaq/sedekah Jum'at ke salah satu kelas.

    Sumber dana untuk program ini adalah uang sedekah/infaq dari siswa SMANTANA. Pada setiap Jum'at pagi, setelah pembacaan Surah Yasin berjamaah, beberapa anggota OSIS SMANTANA membawa kotak infaq/sedekah ke kelas-kelas. Uang yang terkumpul dari hasil "kotak infaq" tersebut dipergunakan untuk membeli sembako. Sembako yang telah dibeli, dikemas dalam kantong dan akan dibagikan ke salah satu warga yang dinilai pantas untuk mendapatkan sedekah tersebut. Menurut Syarif Ridohansyah selaku ketua OSIS SMANTANA periode 2022, banyak pembelajaran yang bisa kita ambil dari program berbagi ini, diantaranya siswa bisa belajar bersyukur, berbagi dan berempati terhadap sesama. 

    Sesuai dengan namanya yaitu "infaq/sedekah", maka program ini berjalan secara tidak terikat. Setiap siswa tidak pernah ditentukan jumlah sedekahnya dan tidak pernah diharuskan untuk berinfaq. Semua berjalan berdasarkan pada kesadaran dan niat tulus dari siswa-siswi SMANTANA untuk berbagi mulai dari hal yang mungkin dianggap kecil bagi sebagian orang. Harapan OSIS SMANTANA semoga program ini lebih baik untuk kedepannya.
     OSIS SMANTANA masih berupaya membuat pembukuan yang rapi agar bisa menyajikan jumlah uang infaq yang masuk setiap Jum'atnya. Bapak Chandra Mulyadi menuturkan bahwa " selama ini kami belum melakukan pembukuan yg rapi. biasanya begitu selesai menghitung jumlahnya,  kami langsung membelanjakan uang tersebut, namun sekarang kami mulai menyadari bahwa ini adalah uang titipan dari siswa, sehingga mereka layak untuk tau". Berangkat dari pemikiran itu, maka TIM OSIS SMANTANA mulai belajar cara efektif untuk melaporkan uang infaq tersebut. Kami berharap, kami bisa melaporkannya dalam waktu dekat.  (OSIS SMANTANA)


Presented by :


      


Minggu, 09 Oktober 2022

BEKAL DARI RUMAH? KENAPA MALU?

Makan siang bersama dengan bekal dari rumah
    Berjalan sekitar 3 bulan lebih sistem belajar mengajar secara tatap muka (PTM) dihidupkan kembali di SMAN 03 SUKADANA. Hal ini menjadi terasa istimewa bagi seluruh siswa karena sebelumnya sistem belajar mengajar harus dilaksanakan secara daring/online dampak dari Pandemi covid 19 yang melanda Indonesia. Banyak hal yang terasa baru bagi para siswa, diantaranya adalah jam kepulangan. Senin - Kamis, jam kepulangan sampai sore hari yakni sekitar pukul 14.25 WIB. Siswa SMAN 03 SUKADANA harus memikirkan masalah makan siang mereka. 

    Banyak diantara siswa yang membawa bekal makan siang masing masing. Mungkin pada masa permulaan, masih banyak yang merasa malu dan belum terbiasa membawa bekal dari rumah, namun seiring waktu berjalan hingga Oktober ini terbukti bahwa membawa bekal memberikan banyak manfaat bagi para siswa. Diantara manfaatnya adalah : 

  1. Bisa mencegah siswa jajan dengan sembarangan. Orang tua jadi mengetahui apa saja yang di konsumsi oleh anak mereka.
  2. Saling berbagi, Walaupun tidak semua anak membawa bekal makanan sendiri, namun pada saat makan siang, mereka tetap makan bersama sama, mereka juga berbagi makanan kepada teman mereka yang lain.
  3. Semakin akrab dan lebih mengenal. Hal ini terlihat pada saat momen makan siang bersama para siswa saling berbagi cerita dan tertawa. 
  4. Lebih hemat dan meminimalisir sampah plastik.

    Penulis berharap semoga hal seperti ini terus dilakukan sampai nanti. Sehingga menjadi sebuah budaya yang baik, khusunya bagi muda mudi bangsa Indonesia. Salam bersih dan sehat dalam kebersamaan. 

Profil Penulis 

Nama    : Rani Murdiani
Kelas     : XI MIPA
TTL        : Sedahan, 27 November 2007
Hobi      : Membaca novel, menari dan menyanyi 

Kata Bijak : " Tak ada batasan dalam hidup, kecuali yang kamu buat sendiri" 
Quoted from : Les Brown





Presented by     : OSIS SMANTANA 
Edited by            : CM87  


Sabtu, 08 Oktober 2022

KAMI BERANGKAT, DOAKAN KAMI SELAMAT!

(7/10/22) Kontingen PWD 2022 bersama Bupati Kayong Utara
Salam Pramuka! Bumi Perkemahan "Sabang Merah" Kabupaten Sanggau sedang menunggu kedatangan semua kontingen Perkemahan Wirakarya Daerah (PWD) Tahun 2022 dari seluruh Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Kayong Utara memberangkatkan 16 siswa siswi terpilih untuk mewakili KKU dalam kegiatan tersebut. Acara pelepasan kontingen ini secara resmi dipimpin oleh Bapak Citra Duani selaku Bupati Kabupaten Kayong Utara pada Jum'at (7 Oktober 2022) bertempat di Pendopo Bupati. Kontingen akan berangkat menuju pelabuhan Teluk Batang pada Sabtu (8 Oktober 2022). 
(7/10/22) Foto peserta PWD bersama pendamping kontingen 
Pada PWD kali ini SMANTANA mendapatkan kesempatan untuk mengirim 2 siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Mereka adalah Akmal Noprianda (XI MIPA) dan Seri Defi (XI IPS). Bapak Chandra Mulyadi mengabarkan bahwa pemilihan kedua siswa tersebut berasaskan pemenuhan syarat dan ketentuan perkemahan yang ditetapkan oleh panitia. "Akmal dan Defi dipilih karena bisa memenuhi beberapa persyaratan yang diminta panitia" tutur beliau. Adapun syarat-syarat yang berhasil dipenuhi adalah :
  1. Izin dari orang tua.
  2. Kemampuan orang tua untuk mendukung masalah pembiayaan.   
  3. Memiliki kartu BPJS aktif.
  4. Memiliki sertifikat vaksinasi COVID 19 (min vaksin 2).
  5. Memiliki kelengkapan PRAMUKA
  6. Memiliki keaktifan yang baik pada pramuka mingguan.
  7. Memiliki surat keterangan berbadan sehat dari Dokter.
  8. Memiliki kendaraan yang lengkap untuk keperluan latihan dan persiapan.
Tidak ada pilih kasih dalam penentuan ini. Jujur kami mengharapkan bisa mengirim siswa yang lebih banyak untuk ikut perkemahan ini, namun karena kuota peserta tiap kabupaten hanya maksimal 16 siswa, maka kami hanya bisa memilih 2 siswa yang bisa dengan cepat memenuhi persyaratan diatas. Mengikuti kegiatan seperti ini memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. SMANTANA dan KWARCAB KKU sangat berterima kasih kepada orang tua yang sudi untuk saling membantu dalam memberikan izin dan dukungan. Untuk pembiayaan Camp Fee dan Transportasi dibiayai oleh SMANTANA & KWARCAB, sedangkan untuk keperluan lainnya di bantu oleh orang tua siswa masing-masing. 
(8/10/22) Kontingen sedang loading barang bawaan
Pada Sabtu pagi keesokan harinya, para kontingen mempersiapkan semua barang-barang keperluan perkemahan dan memuatnya dalam mobil khusus barang yang telah dipersiapkan di KWARCAB KKU Jalan Tanah Merah, Sukadana.  
Siap berangkat! 
Mari kita doakan teman-teman kita yang akan berangkat, semoga sampai dan kembali dengan selamat serta sukses menjalani kegiatan tersebut 


Rabu, 05 Oktober 2022

PERINGATI HGN, SMANTANA TURUNKAN SKUAD ANYAR

 

Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) & HUT Organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara sudah mulai dipersiapkan oleh beberapa sekolah. SMANTANA pun tak luput dari persiapan peringatan hari besar tersebut. Tertanggal 4 Oktober 2022, panitia dan tim koordinator PC secara resmi mempublikasikan Pedoman/Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan dalam rangka memperingati HGN & HUT PGRI. Berdasarkan JUKLAK yang dibagikan, terdapat 7  kegiatan yang dilaksanakan. Adapun kegiatannya terdiri dari kegiatan upacara pembukaan, lomba gerak jalan, voli mix, badminton, vocal grup, senam PGRI dan lomba memasak. Persiapan pertama yang dilakukan oleh GTK SMANTANA adalah penentuan peserta. Penentuannya adalah sebagai berikut:







Setelah menetapkan para peserta, para ibu-ibu GTK mulai menentukan hal penting berikutnya yakni pemilihan baju seragam yang akan dikenakan pada saat kegiatan. Menurut ibu Sri Harini bahwa kekompakan seragam merupakan salah satu faktor penting dalam sebuah kegiatan demi menjaga solidaritas dan menambah nilai regu. Dalam kesempatan yang sama, bapak Chandra menyatakan bahwa keikutsertaan GTK SMANTANA pada kegiatan HGN & HUT PGRI ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan memeriahkan hari besar para guru. Beliau menuturkan "Memenangi perlombaan bukanlah merupakan target utama bagi SMANTANA, namun kami tetap akan maksimal dalam mengikuti lomba tersebut". GTK SMANTANA mengharapkan doa dan dukungan dari semua kalangan terutama seluruh peserta didik SMANTANA. JAYALAH SMANTANAKU! 

 

Selasa, 04 Oktober 2022

Sarapan Bersama ala ala SMAN 3 Sukadana

Moment pagi di tanggal 28 September 2022.

Pertama kali SMAN 3 Sukadana melakukan kegiatan sarapan bareng. Dengan mengambil jam pembiasaan di pagi hari pada jam 6.45 dan mengusung tema "'Kebersamaan" , guru dan siswa bersama-sama sarapan bareng di teras kelas masing-masing, dengan alas daun pisang dan berbagi lauk antara guru dan siswa, sungguh momen yang sangat indah dan susah dilupakan untuk mereka yang sudah meninggalkan sekolah nanti.

Disini bisa dilihat, bahwa kebersamaan dan kekompakan keluarga besar SMAN 3 Sukadana yang tidak ada batasan untuk sarapan bareng tanpa meninggalkan norma dan etika antara guru dan siswa.

Harapan kami, akan menjadi kegiatan rutin yang akan dilakukan setiap bulannya. Semoga kebersamaan ini akan terus terjalin dan SMAN 3 Sukadana semakin di depan karena kami Bangkit Lebih Hebat.

Ayo Ke SMA 3

(arini77)

Selasa, 06 September 2022

Edu Sharing Session SMA Negeri 3 Sukadana dan Putri Hijabfluencer kalbar 2022



Pada hari senin kemarin, tanggal 5 september 2022, yang berlokasikan di SMA Negeri 3 Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, kedatangan seorang Putri Hijabfluencer Kalbar 2022 yang bernama Alda Swarni Dewi. Beliau hadir dalam rangka sesi berbagi dalam bentuk Sharing Pengetahuan, Skill atau Pengalaman, dengan Tema "Merajut Masa Depan dari Masa Kini, Your Potential is not limited So don't limit yourself". Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh siswa-siswi SMA Negeri 3 Sukadana. Beliau memiliki berbagai prestasi, ia menjadi peraih lPK tertinggi wisuda IKIP PGRI Pontianak 2021, dan sekarang bekerja sebagai staf protokol di bagian protokol dan komunikasi pimpinan sekretariat Kabupaten Kayong Utara.

Dalam kegiatan tersebut kak Alda menceritakan bagaimana awal dia bisa mencapai kesuksesannya. Beliau memberikan banyak edukasi dan motivasi kepada siswa-siswi SMA Negeri 3 Sukadana untuk menghadapi masa depan dan meraih kesuksesan, yaitu salah satunya tentang kerja keras dan optimis disertai dengan doa dalam mengejar sesuatu yang kita inginkan. Selain itu, kak Alda juga memberikan tips bagaimana cara kita dalam mengatasi rasa malu, salah satunya dangan cara tidak boleh insecure dan kita harus percaya diri, agar memiliki kemampuan public speaking yang baik.

Pada acara tersebut juga, kak Alda banyak menceritakan prestasinya yang luar biasa. Ia juga menceritakan buah hasil manis tersebut berkat usaha dan dorongan serta doa dari orang-orang di sekitarnya yang selama ini selalu memberikan dukungan terhadap langkah yang ia ambil. Dengan demikian ia berharap siswa-siswi SMA Negeri 3 Sukadana menjadi penerus bangsa yang berprestasi dan sukses.

Beliau juga menjelaskan bagaimana dulunya dia berjuang untuk meraih cita-citanya, bahwa semua itu diraih dengan cara kita harus konsisten dalam membagi waktu dan harus menggunakan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya untuk meraih cita-cita atau sesuatu yang kita impikan sebagai bekal di masa depan kelak. Di sela-sela acara, beliau beserta guru SMA Negeri 3 Sukadana juga memberikan doorprize berupa Jilbab bella square, kaus kaki, dasi, ikat pinggang, dan buku kepada siswa dan siswi yang aktif dalam bertanya serta aktif dalam menjawab pertanyaan darinya.

Tak hanya kak Alda, host dari kegiatan tersebut yaitu bu Anilasari juga banyak memberikan motivasi kepada muridnya. Setelah kegiatan selesai kak Alda juga mengajak siswa-siswi SMA Negeri 3 Sukadana untuk melakukan sesi foto bersama. 

Foto bersama

Alda Swarni Dewi adalah sosok wanita tangguh yang patut dicontoh. Beliau patut dijadikan teladan dan contoh dalam meraih masa depan. Dengan prestasinya ia sudah banyak membantu sekolah-sekolah yang kurang layak. (Sar, Ism, & Iml)

Sabtu, 03 September 2022

37 provinsi di Indonesia beserta sejarahnya

 

37 provinsi beserta ibukotanya

Beberapa waktu yang lalu, Indonesia resmi memiliki 37 provinsi setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan tiga Rancangan Undang-undang Daerah Otonomi Baru (RUU DOB) Papua. Ketiga provinsi itu adalah pemekaran dari Provinsi Papua yang sebelumnya menjadi induk. Dengan penambahan itu, Kalimantan Utara (Kaltara) tidak lagi menjadi provinsi termuda di Indonesia. Sebelumnya Kalimantan Utara adalah provinsi baru dan jumlah provinsi di Indonesia pada saat itu bertambah menjadi 34.

Pada awal kemerdekaan 1945, Indonesia hanya memiliki 8 provinsi sebagai berikut: Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Sunda Kecil, Maluku, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Karena roda zaman terus berubah, beriringan dengan tumbuhnya jumlah penduduk dan pengetahuan, maka jumlah provinsi pun bertambah.

Pada periode pemerintahan Presiden Soekarno, pemekaran pertama kali dilakukan pada 1950. Waktu itu jumlah Provinsi di Indonesia bertambah dari 8 menjadi 11, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI. Yogyakarta, Kalimantan, Sunda Kecil (Kepulauan Nusa Tenggara), Sulawesi dan Maluku.

Kemudian menjadi 15 pada 1956 (Sumatera Utara ditambah DI. Aceh & Jawa Barat ditambah DKI Jakarta, Kalimantan menjadi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan), menjadi 18 pada 1957 (Sumatera Tengah diubah menjadi Sumatera Barat, Riau dan Jambi, Kalimantan Tengah mekar dari Kalimantan Selatan), menjadi 20 pada 1958 (Sunda kecil dimekarkan menjadi tiga, yaitu Bali, NTB, dan NTT). Berikutnya jumlah provinsi kembali bertambah menjadi 21 pada 1960 (Sulawesi menjadi Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan), menjadi 24 pada 1964 (Sulawesi Tengah mekar dari Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara mekar dari Sulawesi Selatan, Lampung mekar dari Sumatera Selatan), dan terakhir menjadi 25 pada 1967 (Bengkulu mekar dari Sumatera Selatan).

Pada 1968 pemerintahan berganti dari orde lama ke orde baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto. Waktu itu jumlah provinsi kembali dimekarkan menjadi 26 pada 1968 (Irian Barat mekar dari Maluku), kemudian menjadi 27 pada 1976. Provinsi terakhir yang mengalami pemekaran pada pemerintahan Soeharto adalah provinsi Nusa Tenggara Timur yang terbagi menjadi dua; Nusa Tenggara Timur dan Timor-timur.

Tahun 1999, pada masa pemerintahan Presiden Habibie, provinsi Timor-timur melepaskan diri dari Indonesia. Dengan demikian jumlah provinsi berkurang satu, sehingga menjadi 26. Namun pada tahun itu juga, ada beberapa provinsi yang mengalami pemekaran sehingga menjadi 28. Adapun provinsi yang mengalami pemekaran pada 1999 adalah Provinsi Maluku dimekarkan menjadi dua, menjadi Provinsi Maluku dan Maluku utara, serta Provinsi Irian Jaya dimekarkan menjadi Provinsi Papua dan Irian Jaya barat.

Kemudian pada tahun 2000, masa Pemerintahan Abdurrahman Wahid, jumlah provinsi menjadi 31 yaitu; Provinsi Sumatera Selatan dimekarkan menjadi Sumatera selatan dan Bangka Belitung. Sementara itu, Provinsi Jawa Barat berkembang menjadi 2 yaitu Jawa barat dan Banten. Sedangkan Provinsi Sulawesi Utara berkembang menjadi 2 yaitu Sulawesi utara dan Gorontalo.

Berikutnya pada tahun 2002, masa Pemerintahan Presiden Megawati, jumlah provinsi di Indonesia bertambah menjadi 33. Provinsi yang dimekarkan adalah Provinsi Riau menjadi Riau dan Kepulauan Riau serta Sulawesi Selatan mekar jadi Sulawesi Barat. Adapun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak menjabat pada periode pertama 2004-2009 dilanjutkan periode ke dua 2009-2014, beliau hanya memekarkan satu provinsi, yakni Kalimantan Timur dipecah menjadi Provinsi Kalimantan Utara sebagai provinsi ke 34 tahun 2012.

Terakhir pada pemerintahan Joko Widodo, Papua mekar dan bertambah 3 provinsi baru yaitu Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Jumat, 02 September 2022

Jumat Berkah SMA Negeri 3 Sukadana menginspirasi sampai ke pelosok negeri

 


Karena sebagian harta kita ada hak orang lain

Sedekah tidak akan membuatmu miskin

Ungkapan ini yang sudah menginspirasi SMAN 3 Sukadana untuk melaksanakan kegiatan Jumat berbagi, Alhamdulillah kegiatan ini sudah berjalan selama 7 minggu dan Alhamdulillah masih tetap istiqomah.

Kegiatan Jumat berbagi di SMAN 3 Sukadana sudah banyak menginspirasi masyarakat sekitar untuk sama-sama berbagi, tidak sedikit dari mereka yang ikut berbagi dengan menggantungkan makanan, hasil panen atau sembako, dan tidak sedikit dari mereka juga yang ikut menikmati dari yang sudah mereka gantungkan juga.

Selain menginspirasi masyarakat sekitar, kegiatan jumat berbagi juga sudah menginspirasi kawan-kawan di luar lingkungan sekolah bahkan juga kawan-kawan di luar kalimantan, ada yang menitipkan sedekah dengan mentransferkan ke Pengurus jumat berbagi, ada juga yang datang langsung untuk melihat dan menggantungkan sedekah mereka.

SMA Negeri 3 sukadana akan terus berinovasi dengan program-program baru, yang pastinya program tersebut nantinya bisa dinikmati oleh masyarakat, dan menumbuhkan mindset bahwa mereka punya SMAN 3 dan pastikan akan mempercayakan pendidikan Putra Putri mereka di SMAN 3 Sukadana. (Arini77)

LOKASI SMA Negeri 3 Sukadana

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA