GURU SMAN 3 SUKADANA

Kepala Sekolah, Guru, beserta Staf di SMA Negeri 3 Sukadana Tahun Pelajaran 2021/2022

GURU SMAN 3 SUKADANA

Kepala Sekolah, Guru, beserta Staf di SMA Negeri 3 Sukadana Tahun Pelajaran 2018/2019

PPK SMAN 3 SUKADANA

Gerakan Mencium Tangan Orang Tua Sebelum Berangkat dan Setelah Pulang Sekolah

HINDARI NARKOBA

NARKOBA, Membunuh Anak Negeri, Memusnahkan Generasi

STRUKTUR ORGANISASI SMAN 3 SUKADANA

Tahun Pelajaran 2017/2018

VISI MISI

Visi dan Misi SMA Negeri 3 Sukadana

GURU SMAN 3 SUKADANA

Kepala Sekolah, Guru, beserta Staf di SMA Negeri 3 Sukadana Tahun Pelajaran 2022/2023

PERINGATAN HUT KE-77 REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2022

Dewan guru SMA Negeri 3 Sukadana pada saat Peringatan HUT RI 2022

PERESMIAN SMAN 3 SUKADANA

Dewan guru bersama Siswa-siswi SMA Negeri 3 Sukadana pada saat Peresmian di Teluk Batang

SMA NEGERI 3 SUKADANA

Selasa, 04 Oktober 2022

Sarapan Bersama ala ala SMAN 3 Sukadana

Moment pagi di tanggal 28 September 2022.

Pertama kali SMAN 3 Sukadana melakukan kegiatan sarapan bareng. Dengan mengambil jam pembiasaan di pagi hari pada jam 6.45 dan mengusung tema "'Kebersamaan" , guru dan siswa bersama-sama sarapan bareng di teras kelas masing-masing, dengan alas daun pisang dan berbagi lauk antara guru dan siswa, sungguh momen yang sangat indah dan susah dilupakan untuk mereka yang sudah meninggalkan sekolah nanti.

Disini bisa dilihat, bahwa kebersamaan dan kekompakan keluarga besar SMAN 3 Sukadana yang tidak ada batasan untuk sarapan bareng tanpa meninggalkan norma dan etika antara guru dan siswa.

Harapan kami, akan menjadi kegiatan rutin yang akan dilakukan setiap bulannya. Semoga kebersamaan ini akan terus terjalin dan SMAN 3 Sukadana semakin di depan karena kami Bangkit Lebih Hebat.

Ayo Ke SMA 3

(arini77)

Selasa, 06 September 2022

Edu Sharing Session SMA Negeri 3 Sukadana dan Putri Hijabfluencer kalbar 2022



Pada hari senin kemarin, tanggal 5 september 2022, yang berlokasikan di SMA Negeri 3 Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, kedatangan seorang Putri Hijabfluencer Kalbar 2022 yang bernama Alda Swarni Dewi. Beliau hadir dalam rangka sesi berbagi dalam bentuk Sharing Pengetahuan, Skill atau Pengalaman, dengan Tema "Merajut Masa Depan dari Masa Kini, Your Potential is not limited So don't limit yourself". Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh siswa-siswi SMA Negeri 3 Sukadana. Beliau memiliki berbagai prestasi, ia menjadi peraih lPK tertinggi wisuda IKIP PGRI Pontianak 2021, dan sekarang bekerja sebagai staf protokol di bagian protokol dan komunikasi pimpinan sekretariat Kabupaten Kayong Utara.

Dalam kegiatan tersebut kak Alda menceritakan bagaimana awal dia bisa mencapai kesuksesannya. Beliau memberikan banyak edukasi dan motivasi kepada siswa-siswi SMA Negeri 3 Sukadana untuk menghadapi masa depan dan meraih kesuksesan, yaitu salah satunya tentang kerja keras dan optimis disertai dengan doa dalam mengejar sesuatu yang kita inginkan. Selain itu, kak Alda juga memberikan tips bagaimana cara kita dalam mengatasi rasa malu, salah satunya dangan cara tidak boleh insecure dan kita harus percaya diri, agar memiliki kemampuan public speaking yang baik.

Pada acara tersebut juga, kak Alda banyak menceritakan prestasinya yang luar biasa. Ia juga menceritakan buah hasil manis tersebut berkat usaha dan dorongan serta doa dari orang-orang di sekitarnya yang selama ini selalu memberikan dukungan terhadap langkah yang ia ambil. Dengan demikian ia berharap siswa-siswi SMA Negeri 3 Sukadana menjadi penerus bangsa yang berprestasi dan sukses.

Beliau juga menjelaskan bagaimana dulunya dia berjuang untuk meraih cita-citanya, bahwa semua itu diraih dengan cara kita harus konsisten dalam membagi waktu dan harus menggunakan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya untuk meraih cita-cita atau sesuatu yang kita impikan sebagai bekal di masa depan kelak. Di sela-sela acara, beliau beserta guru SMA Negeri 3 Sukadana juga memberikan doorprize berupa Jilbab bella square, kaus kaki, dasi, ikat pinggang, dan buku kepada siswa dan siswi yang aktif dalam bertanya serta aktif dalam menjawab pertanyaan darinya.

Tak hanya kak Alda, host dari kegiatan tersebut yaitu bu Anilasari juga banyak memberikan motivasi kepada muridnya. Setelah kegiatan selesai kak Alda juga mengajak siswa-siswi SMA Negeri 3 Sukadana untuk melakukan sesi foto bersama. 

Foto bersama

Alda Swarni Dewi adalah sosok wanita tangguh yang patut dicontoh. Beliau patut dijadikan teladan dan contoh dalam meraih masa depan. Dengan prestasinya ia sudah banyak membantu sekolah-sekolah yang kurang layak. (Sar, Ism, & Iml)

Sabtu, 03 September 2022

37 provinsi di Indonesia beserta sejarahnya

 

37 provinsi beserta ibukotanya

Beberapa waktu yang lalu, Indonesia resmi memiliki 37 provinsi setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan tiga Rancangan Undang-undang Daerah Otonomi Baru (RUU DOB) Papua. Ketiga provinsi itu adalah pemekaran dari Provinsi Papua yang sebelumnya menjadi induk. Dengan penambahan itu, Kalimantan Utara (Kaltara) tidak lagi menjadi provinsi termuda di Indonesia. Sebelumnya Kalimantan Utara adalah provinsi baru dan jumlah provinsi di Indonesia pada saat itu bertambah menjadi 34.

Pada awal kemerdekaan 1945, Indonesia hanya memiliki 8 provinsi sebagai berikut: Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Sunda Kecil, Maluku, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Karena roda zaman terus berubah, beriringan dengan tumbuhnya jumlah penduduk dan pengetahuan, maka jumlah provinsi pun bertambah.

Pada periode pemerintahan Presiden Soekarno, pemekaran pertama kali dilakukan pada 1950. Waktu itu jumlah Provinsi di Indonesia bertambah dari 8 menjadi 11, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI. Yogyakarta, Kalimantan, Sunda Kecil (Kepulauan Nusa Tenggara), Sulawesi dan Maluku.

Kemudian menjadi 15 pada 1956 (Sumatera Utara ditambah DI. Aceh & Jawa Barat ditambah DKI Jakarta, Kalimantan menjadi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan), menjadi 18 pada 1957 (Sumatera Tengah diubah menjadi Sumatera Barat, Riau dan Jambi, Kalimantan Tengah mekar dari Kalimantan Selatan), menjadi 20 pada 1958 (Sunda kecil dimekarkan menjadi tiga, yaitu Bali, NTB, dan NTT). Berikutnya jumlah provinsi kembali bertambah menjadi 21 pada 1960 (Sulawesi menjadi Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan), menjadi 24 pada 1964 (Sulawesi Tengah mekar dari Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara mekar dari Sulawesi Selatan, Lampung mekar dari Sumatera Selatan), dan terakhir menjadi 25 pada 1967 (Bengkulu mekar dari Sumatera Selatan).

Pada 1968 pemerintahan berganti dari orde lama ke orde baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto. Waktu itu jumlah provinsi kembali dimekarkan menjadi 26 pada 1968 (Irian Barat mekar dari Maluku), kemudian menjadi 27 pada 1976. Provinsi terakhir yang mengalami pemekaran pada pemerintahan Soeharto adalah provinsi Nusa Tenggara Timur yang terbagi menjadi dua; Nusa Tenggara Timur dan Timor-timur.

Tahun 1999, pada masa pemerintahan Presiden Habibie, provinsi Timor-timur melepaskan diri dari Indonesia. Dengan demikian jumlah provinsi berkurang satu, sehingga menjadi 26. Namun pada tahun itu juga, ada beberapa provinsi yang mengalami pemekaran sehingga menjadi 28. Adapun provinsi yang mengalami pemekaran pada 1999 adalah Provinsi Maluku dimekarkan menjadi dua, menjadi Provinsi Maluku dan Maluku utara, serta Provinsi Irian Jaya dimekarkan menjadi Provinsi Papua dan Irian Jaya barat.

Kemudian pada tahun 2000, masa Pemerintahan Abdurrahman Wahid, jumlah provinsi menjadi 31 yaitu; Provinsi Sumatera Selatan dimekarkan menjadi Sumatera selatan dan Bangka Belitung. Sementara itu, Provinsi Jawa Barat berkembang menjadi 2 yaitu Jawa barat dan Banten. Sedangkan Provinsi Sulawesi Utara berkembang menjadi 2 yaitu Sulawesi utara dan Gorontalo.

Berikutnya pada tahun 2002, masa Pemerintahan Presiden Megawati, jumlah provinsi di Indonesia bertambah menjadi 33. Provinsi yang dimekarkan adalah Provinsi Riau menjadi Riau dan Kepulauan Riau serta Sulawesi Selatan mekar jadi Sulawesi Barat. Adapun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak menjabat pada periode pertama 2004-2009 dilanjutkan periode ke dua 2009-2014, beliau hanya memekarkan satu provinsi, yakni Kalimantan Timur dipecah menjadi Provinsi Kalimantan Utara sebagai provinsi ke 34 tahun 2012.

Terakhir pada pemerintahan Joko Widodo, Papua mekar dan bertambah 3 provinsi baru yaitu Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Jumat, 02 September 2022

Jumat Berkah SMA Negeri 3 Sukadana menginspirasi sampai ke pelosok negeri

 


Karena sebagian harta kita ada hak orang lain

Sedekah tidak akan membuatmu miskin

Ungkapan ini yang sudah menginspirasi SMAN 3 Sukadana untuk melaksanakan kegiatan Jumat berbagi, Alhamdulillah kegiatan ini sudah berjalan selama 7 minggu dan Alhamdulillah masih tetap istiqomah.

Kegiatan Jumat berbagi di SMAN 3 Sukadana sudah banyak menginspirasi masyarakat sekitar untuk sama-sama berbagi, tidak sedikit dari mereka yang ikut berbagi dengan menggantungkan makanan, hasil panen atau sembako, dan tidak sedikit dari mereka juga yang ikut menikmati dari yang sudah mereka gantungkan juga.

Selain menginspirasi masyarakat sekitar, kegiatan jumat berbagi juga sudah menginspirasi kawan-kawan di luar lingkungan sekolah bahkan juga kawan-kawan di luar kalimantan, ada yang menitipkan sedekah dengan mentransferkan ke Pengurus jumat berbagi, ada juga yang datang langsung untuk melihat dan menggantungkan sedekah mereka.

SMA Negeri 3 sukadana akan terus berinovasi dengan program-program baru, yang pastinya program tersebut nantinya bisa dinikmati oleh masyarakat, dan menumbuhkan mindset bahwa mereka punya SMAN 3 dan pastikan akan mempercayakan pendidikan Putra Putri mereka di SMAN 3 Sukadana. (Arini77)

Rabu, 31 Agustus 2022

TITIPKAN MAHASISWA, TIM MONITORING PLP 2 IKIP PGRI PONTIANAK KUNJUNGI SMA NEGERI 3 SUKADANA

 

IKIP PGRI Pontianak adalah salah satu universitas yang ada di Kalimantan Barat yang berfokus untuk mencetak calon tenaga pendidik (guru) yang profesional dan berkualitas. Agar mahasiswa lebih mengenal bagaimana proses kegiatan belajar mengajar di sekolah secara utuh dan menyeluruh, maka IKIP PGRI melaksanakan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP)-2 dengan menempatkan mahasiswa dan mahasiswinya di sekolah-sekolah yang ada di daerah masing-masing.

Agar program tersebut dapat terlaksana dengan lancar dan mencapai tujuan yang diinginkan, maka salah satu kegiatan yang dilakukan dalam program PLP-2 adalah monitoring ke sekolah-sekolah mitra PLP-2. Pada hari rabu tanggal 31 Agustus 2022, dosen IKIP PGRI Pontianak Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Erna Oktaviana, M.Pd selaku tim monitoring PLP-2 melakukan kunjungan ke SMA Negeri 3 Sukadana untuk melihat secara langsung bagaimana proses mahasiswa melaksanakan PLP-2 di SMA Negeri 3 Sukadana.

Dalam kesempatan ini, Erna mengungkapkan bahwa IKIP PGRI berharap agar guru-guru pamong di SMAN 3 Sukadana dapat membimbing mahasiswa yang melaksanakan PLP-2 di SMAN 3 Sukadana  dan menitipkan mahasiswanya. “Saya berharap guru-guru di SMAN 3 Sukadana tidak segan-segan untuk membimbing mahasiswa PLP-2 IKIP PGRI Pontianak sehingga mereka mengerti dan memahami serta mendapatkan pengalaman berharga selama magang di SMAN 3 Sukadana. Jangan segan-segan untuk menegur dan menasehati mereka jika mereka melakukan kesalahan atau kekhilafan selama di sini. Saya mewakili IKIP PGRI Pontianak menitipkan mahasiswa kami dan mohon diberikan semua hal yang terkait dengan proses menjadi seorang guru. Selain itu kepada mahasiswa PLP-2, anda disini tidak hanya mengajar saja akan tetapi anda juga harus terlibat aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah. Manfaatkan waktu selama disini untuk mempraktekkan ilmu yang sudah diterima di kampus dan ambil sebanyak-banyaknya pengalaman dari para guru sebagai bekal kalian nanti” kata Erna.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan guru pamong SMA Negeri 3 Sukadana, Chandra Mulyadi, S.Pd mengungkapkan bahwa SMA Negeri 3 Sukadana sangat terbantu dengan kedatangan mahasiswa PLP-2 IKIP PGRI Pontianak. “Kami sangat berterimakasih kepada IKIP PGRI Pontianak yang telah menjadikan sekolah kami sebagai sekolah mitra. Keberadaan mahasiswa PLP-2 disini sangat membantu kami dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Kami juga berharap agar mahasiswa PLP-2 tidak mudah tersinggung jika kami memberikan teguran jika kami melihat ada kesalahan yang dilakukan. Kami disini tidak mengajari tapi lebih kepada berbagi pengetahuan dan pengalaman kami. Kami menganggap mahasiswa PLP-2 adalah bagian dari keluarga besar SMAN 3 Sukadana” tutur Chandra (Mr.D)

Selasa, 30 Agustus 2022

HARI KE DUA PELAKSANAAN ANBK, SMA NEGERI 3 SUKADANA DIKUNJUNGI OLEH TIM MONITORING DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROPINSI KALIMANTAN BARAT.

  

   Setelah melaksanakan kegiatan ANBK hari pertama pada hari senin tanggal 29 Agustus 2022, SMA Negeri 3 Sukadana Kembali melaksanakan lanjutan kegiatan ANBK pada hari ke 2 yaitu tanggal 30 Agustus 2022. Pada saat pelaksanaan salah satu laboratorium komputer mengalami kendala karena aplikasi cbtsync yang ada komputer server tidak dapat tersambung ke server pusat ANBK, sehingga peserta yang mengerjakan tes ANBK di laboratorium 2 tertunda beberapa saat untuk mengerjakan tes ANBK.

“Pada saat akan mengaktifkan server di laboratorium 2, ternyata kondisi aplikasi cbtsync tidak terhubung ke server pusat dikarenakan kemarin saat tes hari pertama berlangsung, komputer server tiba-tiba mati sebab terputusnya aliran listrik yang mengalir ke komputer server. Hal ini mengakibatkan aplikasi cbtsync mengalami kondisi shutdown tidak normal. Selain itu setelah kami melakukan diagnosa untuk mencari penyebab utamanya, ditemukan ternyata bagian ethernet di komputer server harus di disable terlebih dahulu kemudian di enable kembali, barulah server terhubung dengan server pusat” ujar Ardi Kusnadi proktor utama ANBK SMA Negeri 3 Sukadana.

    Selanjutnya, Ardi juga menuturkan bahwa akibat kejadian ini, tes numerasi yang seharusnya dimulai pukul 07.30 WIB harus tertunda selama 15 menit. “Kami baru bisa mulai melaksanakan tes numerasi yang harusnya mulai pukul 07.30 WIB menjadi dimulai pada pukul 07.45 WIB” lanjut Ardi.

    Pada hari kedua pelaksanaan ANBK ini, siswa akan mengerjakan tes numerasi dan survei lingkungan belajar. Masih seperti hari pertama, siswa yang mengikuti ANBK hari kedua terbagi dalam 2 sesi yang dimana sesi pertama diikuti oleh 29 siswa dan sesi ke 2 diikuti oleh 10 siswa. Selain itu, pada hari kedua ini, SMA Negeri 3 Sukadana juga mendapatkan kunjungan dari Tim Monitoring ANBK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Kalimantan Barat. Drs. Burhan M. Ali, M.Si selaku petugas monitoring ANBK didampingi oleh Jasmani, M.Pd selaku Koordinator Pengawas SMA untuk Kabupaten Kayong Utara, melakukan monitoring dan pengawasan pada kegiatan ANBK tahun 2022.


“Alhamdulillah pelaksanaan ANBK di SMA Negeri 3 Sukadana, sudah sangat baik dan lancar. Protokol kesehatan juga  dilaksanakan dengan baik dan siswa semuanya memakai masker di dalam ruangan, namun untuk kedepannya perlu untuk sedikit mengubah susunan komputer di laboratorium pertama saja. Diharapkan tahun selanjutnya akan lebih baik dan meningkat kualitasnya” kata Burhan.

    Selain mengomentari kegiatan pelaksanaan ANBK, Burhan juga mengomentari penampilan dari siswa-siswi yang mengikuti ANBK. “Siswa-siswinya berpenampilan sangat rapi dan tertib dalam mengikuti ANBK” ujar Burhan.

    Senada dengan Burhan, Koordinator Pengawas SMA Kabupaten Kayong Utara, Jasmani, M.Pd mengatakan bahwa pelaksanaan ANBK di SMA Negeri 3 Sukadana sudah sangat lancar berjalan lancar. “Kedepan saya rasa hanya perlu meningkatkan kualitas jaringan internet untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ANBK” tutur Jasmani.

    Jasmani juga memberikan apresiasi kepada Tim IT SMA Negeri 3 Sukadana yang mampu mengatasi kendala yang dihadapi dengan tanggap dan cepat. “Saya mengapresiasi kinerja dari panitia dan tim IT yang dengan tenang mampu untuk mengatasi permasalahan yang terjadi dengan baik sehingga peserta dapat mengerjakan tes numerasi dan survei lingkungan belajar” sambung Jasmani menutup penjelasannya. (Mr.D)

Senin, 29 Agustus 2022

Laksanakan ANBK, diharapkan Kemampuan Literasi dan Numerasi Siswa Meningkat



Sebanyak 39 siswa SMA Negeri 3 Sukadana mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer atau ANBK tahun 2022 di Laboratorium Komputer SMA Negeri 3 Sukadana. Kegiatan ANBK ini dilaksanakan untuk mengukur tingkat kompetensi minimum yang harus dimiliki oleh siswa terutama kemampuan literasi dan numerasi siswa.

Kegiatan ANBK ini sudah memasuki tahun ke dua setelah tahun lalu SMA Negeri 3 Sukadana juga melaksanakan ANBK untuk siswa yang sekarang duduk di kelas XII. Kepala SMA Negeri 3 Sukadana Erik Yuniastuti mengatakan bahwa pelaksanaan ANBK untuk hari pertama ini berjalan lancar tanpa ada kendala apapun.

“Hari pertama ini siswa mengerjakan tes literasi dan survei karakter, kemudian besok akan dilanjutkan dengan tes numerasi dan survei lingkungan belajar. Kami berharap kemampuan literasi dan numerasi siswa lebih baik dari tahun lalu” kata Erik Yuniastuti.

Beliau juga menuturkan dalam pelaksanaan ANBK tahun 2022 ini masih menggunakan mode semi daring seperti tahun 2021. 

Selain menjelaskan tentang pelaksanaan ANBK hari pertama, ketika ditanyakan mengenai Survei Lingkungan Belajar yang dilaksanakan oleh guru, Ibu Erik menjelaskan bahwa seluruh guru SMA Negeri 3 Sukadana telah 100% selesai mengerjakan Survei Lingkungan Belajar.

“Alhamdulillah, seluruh guru telah mengisi survei lingkungan belajar dengan ketuntasan 100%. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada guru-guru SMA Negeri 3 Sukadana yang telah mengisi Survei Lingkungan Belajar tersebut tepat waktu dan saling mengingatkan saat pengisian survei tersebut. Selain itu tim IT yang tergabung dalam kepanitiaan ANBK juga sangat luar biasa bekerja dalam menyukseskan kegiatan ANBK tahun 2022 ini. Kami juga berharap pelaksanaan ANBK hari ke dua esok hari juga berjalan lancar” ungkap Ibu Erik.

Sementara itu ketua panitia ANBK SMA Negeri 3 Sukadana Chandra Mulyadi mengatakan bahwa peserta yang seharusnya ikut dan ditunjuk mengikuti ANBK oleh Kemendikbudristi seharusnya berjumlah 40 orang, namun 1 siswa atas nama Indi tidak dapat mengikuti ANBK karena sudah pindah sekolah.

“Kami membagi dua sesi dalam pelaksanaan ANBK ini dengan menggunakan 2 lab komputer dimana setiap 1 sesi akan diikuti oleh 15 orang siswa dan 10 orang siswa pada sesi ke dua. Siswa yang mengikuti juga sangat antusias. Kami telah melakukan persiapan kegiatan ANBK ini sudah dari bulan Juli dan melaksanakan sosialisasi kepada orang tua / wali siswa tentang keikutsertaan anaknya dalam pelaksanaan ANBK tahun 2022” ujarnya.

Selanjutnya Chandra juga menuturkan bahwa ada perbedaan antara pelaksanaan ANBK tahun 2021 dengan ANBK tahun 2022 yaitu jika pada tahun sebelumnya siswa kelas X dan XII diliburkan, maka pada tahun ini siswa yang tidak ditunjuk mengikuti ANBK tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasanya.

“Kami diinstruksikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk tidak meliburkan siswa saat pelaksanaan ANBK dan tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasanya” tutur Chandra. (MrD)

SMA NEGERI 3 SUKADANA mengikuti kegiatan JAMBORE PIK-REMAJA

Rani Murdiani dan Jimi Saputra

Kayong Utara, 26 s/d 27 agustus 2022 SMA NEGERI 3 SUKADANA kembali mengikuti kegiatan JAMBORE PIK-REMAJA yang diadakan oleh BKKBN Kayong Utara yang dilaksanakan di Gedung Balai Nirmala dan Pantai Pulai Datok. PIK-REMAJA KULTUR menjadi nama PIK-R di SMA NEGERI 3 SUKADANA.

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) selama ini dikenal sebagai wadah bagi para siswa dalam memperoleh informasi dan berkegiatan tentang kesehatan reproduksi maupun penyiapan kehidupan berkeluarga. Serangkaian kegiatan telah diprogramkan untuk memfasilitasi aktivitas para siswa untuk menghindari mereka agar terbebas dari kenakalan remaja seperti tidak terjerumus napza, narkoba, pergaulan bebas dan lainnya. Jambore PIK-REMAJA ini diikuti oleh 77 remaja se-Kabupaten Kayong Utara yang menjadi anggota/kelompok PIK-R di wilayah Kecamatan dan sekolah-sekolah.
Poster PERNIKAHAN DINI

Pada kegiatan JAMBORE PIK-REMAJA banyak sekali perlombaan-perlombaan diantaranya Lomba yel-yel PIK-R, Lomba Pentas seni, Lomba Cerdas cermat, Lomba membuat poster dengan tema “PERNIKAHAN DINI” yang dipost dimedia sosial dan masih banyak lagi lomba lainnya. Pada JAMBORE PIK- REMAJA kali ini PIK- REMAJA KULTUR SMA NEGERI 3 SUKADANA berhasil meraih juara Lomba membuat poster dengan tema “PERNIKAHAN DINI”.  (krokot_b23)

Jumat, 26 Agustus 2022

Pemilihan Komite Sekolah di SMA Negeri 3 Sukadana berjalan lancar

Orang Tua dan Wali siswa

Kayong Utara - Jumat, 26 Agustus 2022 SMA Negeri 3 Sukadana melaksanakan pemilihan Komite Sekolah, hal ini dilaksanakan karena telah berakhirnya masa bakti pengurus Komite Sekolah masa bhakti sebelumnya. Dengan berakhirnya tugas dari Komite Sekolah periode sebelumnya, maka SMA Negeri 3 Sukadana menyelenggarakan Musyawarah Pemilihan Pengurus Komite Sekolah Periode 2022 sampai 2025, yang bertempat di Ruang Aula SMA Negeri 3 Sukadana. Acara ini selain di hadiri oleh kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan Staff, juga di hadiri oleh anggota Komite Sekolah lama dan baru.

Komite sekolah adalah suatu lembaga mandiri yang dibentuk untuk mewadahi peran serta masyarakat di setiap satuan pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Komite sekolah diharapkan dapat meningkatkan peran masyarakat dalam penyelenggaraan sekolah. Sehingga, timbul rasa saling memiliki dan bertanggung jawab dalam kemajuan sekolah.

Pemilihan pengurus Komite Sekolah kali ini diikuti oleh seluruh orang tua, wali murid, komite sekolah periode sebelumnya dan dewan guru sekolah. Pemilihan yang dilaksanakan secara daring (online) menggunakan Google Form disambut antusias semua peserta rapat. Pada pemilihan kali ini terpilih bapak Ahmad Johari sebagai ketua Komite Sekolah dan bapak Bahtiar sebagai Wakil Ketua beserta pengurus lainnya yaitu bapak Amat Andayani, bapak Jamaludin dan bapak Feri Supianto. Selamat menjalankan amanah dan bhakti kepada Pengurus Komite Sekolah Masa Bhakti 2022 - 2025. 

Pengurus Komite Lama dan Baru bersama Kepala Sekolah

Komite sekolah harus bertumpu pada landasan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan hasil pendidikan di sekolah. Pembentukan komite sekolah harus memperhatikan pembagian peran sesuai posisi dan otonomi yang ada. Komite sekolah merupakan lembaga yang sangat penting bagi keberlangsungan sekolah.

Permendikbud 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah mengatur tentang komite sekolah. Di antaranya, tugas komite sekolah adalah memberikan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan; menggalang dana dan sumber daya pendidikan lainnya dari masyarakat, baik perseorangan, organisasi, dunia usaha dunia industri maupun pemangku kepentingan lainnya melalui upaya kreatif dan inovatif; mengawasi pelayanan pendidikan di sekolah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan menindaklanjuti keluhan, saran, kritik, dan aspirasi dari peserta didik, orang tua/wali, dan masyarakat serta hasil pengamatan komite sekolah atas kinerja sekolah. Melalui regulasi ini, komite sekolah wajib meningkatkan mutu serta pelayanan pendidikan dengan prinsip gotong-royong, jelas, transparan, dan akuntabel.

Peran komite sekolah adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai lembaga pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan di satuan pendidikan.
  2. Sebagai lembaga pendukung (supporting agency), baik yang berwujud finansial, pemikiran, maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan.
  3. Sebagai pengontrol (controlling agency) dalam rangka transparasi dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan.
  4. Sebagai lembaga mediator (mediator agency) antara pemerintah (eksekutif) dengan masyarakat di satuan pendidikan.

Surat ketetapan (SK) tentang keanggotaan komite sekolah memang ditandatangani oleh kepala sekolah. Tetapi, itu bukan berarti komite sekolah tidak bisa independen dan mandiri karena persyaratan serta proses pemilihan keanggotaan komite sekolah tercantum di Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016. 

Dalam kesempatan ini pula, sekolah mengucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar – besarnya terhadap anggota komite sekolah yang sudah purna tugas dan harapan terhadap pengurus Komite Sekolah yang baru, untuk menjalankan tugas sebaik – baiknya sehingga SMA Negeri 3 Sukadana menjadi lembaga pendidikan yang mampu mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (ArKus)

Sabtu, 20 Agustus 2022

Hari Kedua Lomba Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia di SMA Negeri 3 Sukadana


SMA Negeri  3 Sukadana | Kayong Utara
- Masih dalam rangka memeriahkan HUT ke-77 Republik Indonesia, di hari yang kedua SMA Negeri 3 Sukadana masih setia dengan lomba yang bertema kekompakan team. Lomba yang diikuti perwakilan antar kelas ini terdiri dari lomba balap karung, membawa balon, estafet benang karet dan lomba perorangan yaitu makan kerupuk.

Kegembiraan dan kemeriahan peserta lomba bisa dilihat saat mereka tertawa lepas memberikan semangat kepada rekan-rekannya yang sedang berjuang untuk menang. Saat–saat seperti inilah kita bisa melihat bahwa anak–anak kita selain belajar mereka juga membutuhkan hiburan.

Lomba Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di SMA Negeri 3 Sukadana adalah bentuk kebebasan berekspresi tanpa melupakan norma kesopanan. Saat ini SMA Negeri 3 Sukadana sedang berbenah untuk menjadi yang lebih baik lagi, semoga kedepannya kita bisa lebih hebat karena SMA Negeri 3 akan Bangkit Lebih Hebat. (arini77)

LOKASI SMA Negeri 3 Sukadana

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA